Sambut Musim Tanam, 62,5% Lahan Pertanian Gunungkidul Telah Diolah

oleh
GPOT di Desa Planjan Kecamatan Saptosari. KH/ Kandar.

SAPTOSARI, (KH),– Dalam rangka menyambut musim hujan, Gerakan Percepatan Olah Tanah (GPOT) sedang digalakkan Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kabupaten Gunungkidul.

Gerakan dilaksanakan dengan tujuan agar tanah siap ditanami jika hujan telah turun. “Meski hujan diprediksi turun dipertengahan Nopember, namun percepatan olah lahan agar secepatnya dikerjakan. Shingga bila datang hujan segera bisa dilakukan penanaman,” himbau Kepala Bidang Tanaman Pangan DPKP DIY, Ir.Yektining Rahajeng, MSi saat menghadiri GPOT di Planjan, Saptosari, Rabu (16/10/2019) lalu.

GPOT yang dilaksanakan di lahan milik Kelompok Tani (Poktan) Maju Murni di Dusun Pucung, Desa Planjan, Kecamatan Saptosari, mencapai 100 hektar.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala DPP Gunungkidul, Ir Bambang Wisnu Broto menyampaikan, telah banyak kebutuhan petani yang dibantu oleh pemerintah antara lain benih unggul tanaman baik yang inbrida maupun hibrida, meliputi padi dan jagung.

“Semua agar dimanfaatkan semaksimal mungkin bagi petani guna meningkatkan produksi dan produktifitas pertanian khususnya Pajale (padi jagung kedele),” ujar dia.

Dirinya mengungkapkan, dari laporan lapangan mengenai persiapan musim tanam tahun ini total lahan yang telah diolah mencapai 62,5 % dari luas lahan di Gunungkidul keseluruhan.

“Diharapakan segera dilakukan percepatan olah lahan agar tidak ketinggalan saat hujan datang,” harap Bambang.

Sementara itu, perwakilan Poktan, Budi Setyanto mengucapkan terimakasih atas perhatian dan bantuan pemerintah, namun pihaknya masih mempunyai harapan agar diberi traktor jenis roda 2 sehingga kedepan memudahkan dalam pengolahan tanah.

Sekdes desa setempat ini juga melaporkan bahwa anggota Poktan aktif ada 30 warga dan yang pasif mencapai 128 warga. Luas lahan yang digarap dari keseluruhan anggota mencapai 120 hektar berupa lahan tadah hujan.

Kegiatan serupa, GPOT kembali digelar hari Jum’at, (18/10/2019) di Desa Banjarejo Tanjungsari dengan luas mencapai 100 hektar.

GPOT merupakan gerakan yang dibiayai dari dana yang bersumber dari APBN. Pembiayaan mencakup sewa traktor dan operator berikut operasional bahan bakarnya. (Kandar)

Komentar

Komentar