Sambut 1 Sura, Ritual Ruwatan Massal Digelar Di Semin

oleh
Tradisi cukur rambut mewarnai Ruwatan di Kecamatan Semin. KH/ WAP.

Ki Susena Aji berharap budaya ruwatan terus dilestarikan karena dengan lestarinya budaya mencerminkan entitas suatu bangsa. Di luar itu ruwatan penuh dengan falsafah kehidupan.

“Budaya ruwatan ini sudah hampir tengelam seiring dengan derap modernitas, modernitas ini hampir saja menenggelamkan budaya-budaya yang adi luhung yang penuh dengan falsafah hidup yang bisa diterapkan dalam hidup sehari-hari,” papar Susena lagi.

Dalam prosesi ritual ruwatan massal, peserta harus menjalani ritual yang diawali dengan pencukuran rambut, disusul dengan pertunjukan wayang kulit dengan lakon Murwakala (asal muasal) adanya Bethara Kala, dan di lanjutkan dengan prosesi siraman atau pensucian. Adapun proses terakhir dari ruawatan ini dengan melarung (menghanyutkan) pakaian peserta ruwatan ke laut selatan. (WAP)

Komentar

Komentar