Saemaul Globalization Foundation Dukung Optimalisasi Pengelolaan Sumber Air Di Playen

oleh
Gubernur DIY, Sri Sultan HB X mengunjungi green house bantuan SGF. KH/ Kandar.

PLAYEN, (KH),– Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X meninjau langsung potensi mata air bersih di Desa Bleberan, Kecamatan Playen Gunungkidul. Dengan bantuan Saemaul Globalization Foundation (SGF) Mata air Jambe kini bermanfaat lebih optimal.

Proyek dari SGF berupa alih fungsi teknologi Pengelolaan Sumber Air Bersih (PAB) dari semula menggunakan tenaga diesel menjadi tenaga listrik. SGF memberikan bantuan yang digunakan untuk pemasangan tiang listrik dari sumber mata air menuju sumber listrik terdekat.

Selain itu, SGF juga membangun dua green house di Desa Bleberan, sehingga kelompok warga dapat melakukan proses pembibitan berbagai jenis tanaman. Hal tersebut didasari atas tingginya bibit. Kedepan diharapkan, keberadaan green house dapat mendukung program pertanian warga.

“Diharapkan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat utamanya saat musim kemarau,” harap Sultan saat melakukan peninjauan.

Sri Sultan Hamengku Buwono X mengatakan, air besih menjadi kebutuhan pokok masyarakat. Di luar manfaat pertanian, tersedianya air juga akan menunjang meningkatnya Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dalam keluarga.

“Penyelesaian PHBS di Yogyakarta baru dapat diselesaikan dalam kurun waktu 12 tahun. Hal tersebut salah satunya dilakukan dengan memudahkan masyarakat mendapatkan air besih,” imbuh Sultan.

Untuk itu Sri Sultan meminta pemerintah Daerah Gunungkidul memaksimalkan Pengolahan Air Bersih (PAB). Dari sumber mata air Jambe dengan debit air sebanyak 16 liter perdetik saat ini telah mampu di nikmati oleh 600 kepala keluarga.

Lebih jauh disampaikan, dengan mudahnya masyarakat mendapatkan air besih, kedepan Pola Hidup Bersih dan Sehat akan dapat diwujudkan. “Di DIY saat ini ada 983 Pengelolaan Air Bersih (PAB) yang dikelola melalui Badan Usaha Milik Desa (Bumdes),” jelas Sri Sultan lagi.

Sementara itu, Bupati Gunungkidul, Badingah menambahkan, pengelolaan sumber air ini dilaksanakan sejak Tahun 2007. Dengan bantuan beberapa lembaga, warga dan pemerintah desa menyedot sumber mata air Jambe dan disalurkan ke bak penampung (reservoir).

Komentar

Komentar