Relawan Bantul Bersihkan Sumur Kotor Akibat Banjir

oleh
Kegiatan membersihkan sumur oleh relawan di Banyusoca, Playen. KH/ Wibowo.

PLAYEN, (KH),– Ratusan relawan dari Bantul dan sekitarnya melakukan aksi bersih sumur yang kotor akibat banjir yang terjadi di Gunungkidul, 28 November 2017 lalu. Selain membersihkan sumur di wilayah Desa Banyusoca Kecamatan Playen, relawan juga membantu warga setempat membuka atau membersihkan akses ke makam.

Aksi yang mereka lakukan menyasar korban banjir di Bantul dan Gunungkidul. Hampir setiap minggu ratusan relawan itu menyisihkan tenaga dan waktu mendatangi lokasi bencana yang membutuhkan bantuan di wilayah DIY.

Ditemui saat melakukan kegiatan pembersihan sumur, Koordinator Forum Relawan Bantul, Waljito mengatakan, pihaknya mengerahkan 200-an orang relawan untuk melakukan aksi sosial membantu warga terdampak banjir.

“Banyusuca memang berada di pinggir sungai Oya sehingga menjadi salah satu wilayah yang terdampak cukup parah. Kami membantu mebersihkan infrastruktur umum dan makam, hingga sumur warga yang tercemar limbah banjir,” katanya.

Menurut keterangan Kepala Desa Banyusoca, Sutiyono, warga memang belum mampu menyelesaikan pembersihan sejumlah fasilitas di rumah mereka termasuk sumur. Kondisi sumur banyak yang kotor penuh timbunan sampah dan ranting.

“Sebelumnya warga masih konsentrasi membersihkan rumah. Akses menuju makam juga banyak tanah yang menutup permukaan jalan,” terangnya disela kerja bakti warga bersama relawan, Minggu, (17/12/2017).

Sutiyono mengungkapkan, kebutuhan warganya saat ini bukan lagi logistik seperti dua, tiga hari hingga satu minggu paska bencana. Akan tetapi membutuhkan banyak tenaga untuk membersihkan sarana dan fasilitas umum.

Ditambahkan, di Banyusoca setidaknya ada 72 kepala keluarga yang terkena dampak banjir. Rata-rata mereka mengungsi selama seminggu paska banjir terjadi. “Korban berada di Padukuhan Sawahlor, Gedad, Kedungwanglu, Klepu dan Banyusoca,” rinci Sutiyono.

Dari total warga yang terdampak banjir tersebut, ada sekitar 15 sumur yang dimiliki warga membutuhkan pembersihan. (Wibowo)

Komentar

Komentar