Rasulan Tri Padukuhan Semanu: Pupuk Semangat Penerus Pelestari Warisan Budaya

oleh
Salah satu bregodo seni kirab bersih desa Padukuhan Semanu Tengah, Semanu Utara dan Semanu Selatan. KH/ Kandar.

SEMANU, (KH),– Selain sebagai wujud syukur atas anugrah Tuhan berupa kesehatan dan kesejahteraan, bersih dusun/ bersih desa atau yang umum disebut Rasulan praktis dapat mempererat hubungan persaudaraan masyarakat. Hal ini disampaikan Kepala Dinas Kebudayaan, Agus Kamtono saat menghadiri kirab budaya bersih desa Tri padukuhan Semanu meliputi Semanu Tengah, Semanu Utara dan Semanu Selatan, Senin, (30/7/2018).

Menurutnya, dengan adanya bersih desa yang digelar dengan berbagai rangkaian kegiatan seni budaya, masyarakat dari berbagai wilayah di sekitar acara berbondong-bondong hadir turut merayakan dan meyaksikan. Berbaur, berinteraksi sehingga rasa persaudaraan semakin menguat.

“Rasa syukur diikuti pula do’a dan pengharapan semoga hari-hari berikutnya Allah SWT terus menerus memberi berkah bagi kehidupan berupa kesejahteraan serta segala kebaikan,” harap Agus Kamtono.

Dalam kesempatan tersebut dirinya kagum dengan kekompakan tiga padukuhan penyelenggara kegiatan bersih desa. Seluruh masyarakat turut berpartisipasi menyemarakkan segenap rangkaian kegiatan.

“Atas nama pemerintah daerah kami ucapkan terimakasih telah bersedia sungguh-singguh melestarikan warisan budaya leluhur,” imbuh Agus Kamtono.

Sementara itu Ketua Panitia Bersih Desa, Wanto Harusno (53) menjelaskan, bersih desa diisi berbagai kegiatan diantaranya, kegiatan kerohanian, olahraga dan seni budaya. Kerohanian berupa pengajian, kegiatan olahraga berupa pertandingan sepakbola dan voli, sementara untuk pentas seni berupa pentas musik remaja, ketoprak, kirab budaya serta pertunjukan wayang kulit.

“Tahun ini dilaksanakan di Padukuhan Semanu Tengah, tahun berikutnya digelar di Padukuhan Semanu Utara kemudian selanjutnya di Semanu Selatan. Setiap periode tiga tahun dilaksanakan evaluasi untuk mengetahui kekurangannya,” papar Wanto.

Lanjutnya, pada kegiatan kirab setidaknya diikuti 500-an warga yang mengususng 27 gunungan. Selain itu dilengkapi pula 7 bregodo seni dari tiga padukuhan.

Ketua Dewan Budaya Kecamatan Semanu, Wasidi (52) menambahkan, karena tema bersih desa kali ini adalah Kita Lestarikan Budaya Warisan leluhur, dirinya berharap generasi penerus tak melupakan warisan budaya yang ada. Terhindar dari pengaruh budaya negatif yang marak menyebar akibat kemajuan teknologi informasi.

“Degradasi atau kelunturan budaya warisan leluhur dapat diminimalisir. Adik-adik generasi penerus tetap bersedia dan semangat melestarikan warisan budaya nenek moyang,” harap Wasidi. (Kandar)

Komentar

Komentar