Punya Riwayat Gegar Otak Warga Nglipar Akhiri Hidup

oleh
ilustrasi. Dhadhung, kala, jerat, tali. KH/WG

NGLIPAR, (KH),– Seorang warga di Desa Kedungpoh, Kecamatan Nglipar, Murtiningsih (58), Sabtu, (2/11/2019) ditemukan meninggal dunia dalam keadaan gantung diri di pohon rambutan di belakang rumahnya.

Persitiwa tersebut diketahui anak pelaku, Deski Nugroho (35) saat keluar melalui pintu pukul 05.15 WIB pagi.

Kanit Intelkam Polsek Nglipar, Ipda Pardiyono menyampaikan, berdasar pemeriksaan bersama tim medis Puskesmas Nglipar, tidak ditemukan adanya penyebab meninggalmya korban akibat unsur kriminalitas.

“Di bagian leher terdapat memar bekas lilitan atau jeratan tali. Pelaku meninggal dunia murni gantung diri,” ungkapnya.

Berdasar penelusuran ke pihak keluarga, pelaku pernah mengalami kecelakaan hingga gegar otak yang mengakibatkan amnesia dalam kurun waktu yang lama.

“Selain amnesia kondisi psikis pelaku juga mengalami gangguan,” tukas Ipda Pardiyono. (Kandar)

Catatan Redaksi:

  1. Ayo bantu ringankan beban dan pulihkan keluarga terdampak bunuh diri, dan berhentilah mencemooh, mengolok-olok atau menghujat orang/keluarga penyintas dari bunuh diri. Kejadian bunuh diri adalah peristiwa kemanusiaan dan problema kita bersama, dapat menimpa siapa saja tanpa memandang status sosial, pendidikan, agama, jender, dan atribut-atribut lainnya.
  2. Ayo bantu cegah bunuh diri di Gunungkidul dengan cara peduli kondisi fisik dan kejiwaan anggota keluarga, sanak saudara, dan sesama. Berikan bantuan kepada sesama yang memerlukan dukungan permasalahan kejiwaan atau kesejahteraan mental.
  3. Menyambungkan sesama yang membutuhkan pertolongan problema kejiwaan dengan layanan kesehatan terdekat (Puskesmas, Klinik, Rumah Sakit) atau layanan konseling kepada pemuka masyarakat dan pemuka agama setempat dapat menjadi upaya preventif mencegah bunuh diri.

Komentar

Komentar