Puncak Musim Kemarau Diprediksi Agustus

imageWONOSARI,(KH)— Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta,Bambang Suryo Santoso mengatakan, perkiraan musim kemarau akan terjadi pada Bulan Agustus.

“Perkiraan musim kemarau akan terjadi antara Bulan Agustus hingga September mendatang,” katanya, usai menghadiri sosialisasi kesiapan menghadapi bencana kekeringan Gunungkidul di ruang rapat DPPKAD, Kamis (28/5/2015).
Dia menjelaskan,munculnya hujan ringan dalam beberapa hari terakhir akibat gangguan cuaca yang ada di perairan. Ganguan cuaca regional, yang menyebabkan suhu air laut menghangat dan adanya tekanan udara rendah di wilayah Jawa Barat, hal ini mengakibatkan terbentuknya awan hujan di sekitar DIY.

“Kita juga tengah mengamati kemungkinan adanya gangguan cuaca di wilayah DIY akibat el nino. Sebab jika terjadi gangguan cuaca akibat el nino maka rentang waktu kemarau bisa panjang,”jelasnya.

Dia mengungkapkan, hujan yang turun di wilayah DIY, kemungkinan masih akan terjadi dalam beberapa hari ke depan. Pengaruhnya cuaca untuk saat ini masih berkisar 10 persen.” Perubahan cuaca ini kita pantau terus agar pergerakanya dapat dipetakan,”ucapnya.

Sementara Kepala pelaksana  Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Budhi harjo mengatakan, sesuai dengan perda nomor 6 tahun 2013 bencana kekeringan masuk dalam ancaman bencana di Kabupaten Gunungkidul.

Dia menjelaskan, kawasan rawan kekeringan hampir merata dengan intensitas tinggi meliputii kecamatan Purwosari, Panggang, Paliyan, Saptosari, Tepus, Tanjungsari, Girisubo, Rongkop, Semanu, Patuk, Gedangsari dan sebagian kecamatan Wonosari.

“Persiapan menghadapi kekeringan sudah kita sosialisasikan mulai saat ini.Koordinasi dengan dengan dinas terkait terus kita intensifkan,”paparnya..

Sementara, Kasubdit penyiapan sumber daya direktorat kesiapsiagaan deputi bidang pencegahan dan kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) Edi Purba menambahkan untuk mengantisipasi bencana kekeringan pihaknya melalui BPBD berkoordinasi dengan pihak terkait untuk menanggulangi bencana kekeringan.(Juju)

 

Berbagi artikel melalui:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Komentar

Komentar