Puluhan Guru Menjadi Korban Penipuan Berkedok Voucher Wisata

Pelaku penipuan voucher wisata, Mcs dan barang bukti voucher. foto: Istimewa

WONOSARI, (KH),– Puluhan guru menjadi korban dugaan penipuan yang dilakukan Mcs (39) warga Giwangan, Umbulharjo, Yogyakarta. Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Mcs menjual voucher wisata palsu dibeberapa wilayah di Gunungkidul. Karena korban tak hanya berada di satu kecamatan saja, kasus ini ditangani melalui koordinasi beberapa Polsek di Gunungkidul.

Secara umum korban yang terkena tipu daya Mcs merupakan guru-guru SD. Dari hasil pemeriksaan Kepolisian Polsek Wonosari terugkap bahwa modus pelaku dengan menawarkan kartu voucher wisata El Club dari PT El john. Pelaku memberikan iming-iming bahwa kartu memiliki fasilitas diskon diberbagai destinasi wisata dan tempat kuliner di Yogyakarta.

“Kartu Voucher El Club dijual dengan harga sebesar Rp. 150. 000. Ternyata kartu voucher tersebut tidak bisa digunakan di tempat-tempat yang telah disampaikan pelaku,” terang Kapolsek Wonosari, Kompol Sutama, Sabtu, (7/10/2017) lalu.

Berdasar data jumlah korban yang masuk ke pihaknya, pada Sabtu lalu setidaknya telah ada 40-an guru SD yang telah melaporkan diri menjadi korban penipuan tersebut. Secara rinci disebutkan, jumlah korban masing-masing sekolah diantaranya; SD N Baleharjo 6 orang, SD N Siraman ada 10 orang, SD N Wonosari I ada 6 orang.

Selain itu, dari SD N Baru Wonosari ada 2 orang, SD N GARI III 3 orang, SD N Karangtengah 5 Orang, SD N Piyaman 3 Orang, serta SD N Wonosari IV ada 5 orang.

Kompol Sutama menambahkan, kronologi awal terkait diatangkapnya Mcs itu bermula dari aksi penipuan di SD Gari, Wonosari, pada hari Selasa, 3 Oktober 2017 lalu. Semenjak munculnya laporan pertama yang diikuti penangkapan, lantas menyusul banyak korban lain yang kemudian melaporkan kejadian yang dialami.

“Barang bukti yang disita ada beberapa brosur wisata terpadu dari El Club dan beberapa kartu voucher El Club,” imbuh Kompol Sutama.

Dari hasil pengecekan ke kantor PT El john yang berada di Jakarta, terbukti memang benar pelaku adalah salah satu marketing dari perusahaan tersebut. Namun kartu voucher tersebut hanya bisa digunakan di wilayah JABODETABEK, Jateng , Jatim, dan Bali.

Diperoleh keterangan lain bahwa perusahaan tidak pernah menawarkan diskon untuk belanja di Mall, pusat perbelanjaan Matahari, Klinik Kecantikan LBC, dan Natasha.

“Pelaku saat ini menjalani pemeriksaan oleh Unit Reskrim Polsek Wonosari. Dari pengembangan, korban penipuan juga terdapat dibeberapa kecamatan lain, diantaranya; Semanu, Playen dan Purwosari,” tukas Kompol Sutama. (Kandar)

Berbagi artikel melalui:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Komentar

Komentar