Bidan dan Dokter PTT Kecewa Pengumuman Hasil Ujian ASN Ditunda Empat Kali

Berbagi artikel melalui:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Pengumuman hasil ujian penerimaan ASN Kemenkes RI 2016
Pengumuman hasil ujian penerimaan ASN Kemenkes RI 2016

WONOSARI, (KH)– Untuk kesekian kalinya para pegawai tidak tetap (PTT) di lingkungan Dinas Kesehatan Gunungkidul harus kecewa karena pengumuman hasil ujian penerimaan Aparatur Sipil Negara (ASN) tahun 2016 ditunda kembali. Bahkan penundaan pengumuman ini berulang hingga empat kali.

Untuk pengumuman yang terakhir, PTT yang meliputi bidan, dokter umum, dan dokter gigi ini harus menunggu waktu pengumuman selanjutnya hingga batas waktu yang belum ditentukan.

Ujian penerimaan ASN telah dilakukan pada Juli 2016. Seharusnya hasil ujian telah diumumkan pada 5 Agustus 2016 namun pada saat itu diundur pada 26 Agustus 2016. Pada pengumuman kedua ini Kementerian Kesehatan juga belum mengeluarkan nama-nama yang lolos ujian namun hanya berisi pemberitahuan bahwa hasil ujian akan dikeluarkan pada 9 September.

Pada pengumuman pada 9 September 2016 kemarin isinya masih tetap sama, Kemenkes tetap menunda pengumuman hasil ujian penerimaan ASN bahkan hingga batas waktu yang belum dijadwalkan.

Di Kabupaten Gunungkidul, mayoritas pegawai yang mengikuti ujian kebanyakan pada formasi bidan yang mencapai 80-an peserta. Sementara pada formasi dokter hanya diikuti beberapa peserta saja.

Salah seorang bidan tidak tetap yang enggan disebut namanya mengemukakan kekecewaannya atas penundaan pengumuman yang berulang kali ini. Ia berharap agar keputusan final dari ujian yang telah dilaksanakan segera dikeluarkan.

“Dibilang kecewa ya kecewa tapi mau bagaimana lagi, kita cuma bisa menunggu saja,” ungkapnya Sabtu (10/9/2016).

Ujian penerimaan pegawai ASN di lingkungan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia tahun 2016 ini merupakan penerimaan pegawai yang bekerja di tingkat pemerintah daerah di seluruh Indonesia dari kelompok PTT, dimana kelompok pegawai ini sebelumnya telah bekerja di Dinas Kesehatan di daerah masing- masing. (S.Yanto).

Komentar

Komentar