Produksi Padi Gunungkidul Tahun Ini Tertinggi Sejak 10 Tahun Terakhir

oleh
Petani di Desa Bunder panen padi. KH/ Kandar

GUNUNGKIDUL, (KH),– Dinas Pertanian Dan Pangan (DPP) Kabupaten Gunungkidul mengklaim bahwa hasil produksi pertanian khususnya padi untuk tahun 2018 ini akan memiliki hasil tertinggi sejak 10 tahun terakhir.

Kabar menggembirakan tersebut diungkapkan Kepala Bidang Pangan DPP Gunungkidul, Raharjo Yuwono beberapa waktu lalu. Berdasar data yang dimiliki realisasi panen padi untuk Januari sampai dengan April 2018 mencapai luasan 49.446 ha dengan produktifitas rata rata 48,93 kuintal per hektar. Sehingga produksi Gabah Kering Giling (GKG) mencapai 241.951 ton.

“Angka ini melampaui angka produksi Gunungkidul 10 tahun terakhir,” kata Raharjo Yuwono dengan bangga.

Sementara itu, musim tanam ke-2 petani juga sudah melakukan panen. Diperkirakan sampai pada bulan Desember 2018 nanti angka ramalan produksi padi mencapai luas panen total dalam satu tahun mencapai 59.665 ha.

“Dengan produktifitas 50,6 kuintal per ha sehingga ramalan produksi padi 2018 sebesar 301.926 ton GKG,” tambahnya.

Jumlah tersebut merupakan angka realisasi dan ramalan produksi dengan jumlah tertinggi se DIY.

Berikut angka realisasi hasil padi bulan Januari- April dan ramalan produksi hingga Desember 2018 untuk 3 kabupaten dan 1 kota di DIY; Kabupaten Kulonprogo dengan luas pertanian 16,770 ha menghasilkan padi 108,696 ton padi GKG. Kabupaten Bantul dengan luas pertanian 32,250 ha menghasilkan padi 200,812 ton padi GKG.

“Untuk Kabupaten Sleman dengan lahan pertanian seluas 45,299 ha menghasilkan padi 266,575 padi GKG. Lantas kota Yogya hanya memiliki lahan pertanian 119 meter persegi yang menghasilkan padi 730 kuintal,” rinci Raharjo.

Menurut Raharjo, kegigihan petani menjadi salah satu faktor peningkatan hasil padi di Gunungkidul. (Kandar)

Komentar

Komentar