Produk Pande Besi Gunungkidul Masuk Museum USA

Siswanto Anwar pemilik industri rumah tangga pande besi Cahaya Alam. KH/ JN

WONOSARI, (KH),– Produk pande besi asal Gunungkidul ini patut diajungi jempol, pasalnya hasil karya yang dibuat di rumah produksi Cahaya Alam di Padukuhan Kajar, Desa Karangtengah masuk menjadi koleksi di Museum Amerika serikat.

Pendiri Cahaya Alam, Siswanto Anwar mengklaim bahwa Michelle Obama istri mantan Presiden Amerika Serikat, Barack Obama sudah agak lama mengoleksi hasil karyanya. Menurutnya, beberapa kerajinan peralatan rumah tanggga dan peralatan pertanian disimpan di Amerika.

Diungkapkan Siswanto, Michelle Obama mengetahui adanya produk pengrajin pade besi di Kajar, Karangtengah, dari anak asuhnya dalam bidang kewirausahaan di Gunungkidul. Begitu membuat Siswanto bangga, ternyata produk Cahaya Alam menarik perhatian istri orang yang cukup berpengaruh di negara Adidaya itu, kemudian sekitar tahun 2014 beberapa produk diambil.

“Pada era bapak saya, Ibu Michelle meminta produk hasil kerajinan Cahaya Alam dibawa ke Amerika untuk menambah koleksi museum,” jelas Siswanto beberapa waktu lalu.

Disebutkan siswanto, hasil kerajinan yang dibawa ke Amerika berupa peralatan rumah tangga dan peralatan pertanian seperti dandang (peralatan masak-red), pisau, sabit, cangkul. Sebagaimana diketahui Museum Michele Obama ini mulai dibangun tahun 2003 atas seizin dari George Walker Bush dengan luas 400.000 meter persegi yang didesain oleh arsitek berdarah Inggris-Ghana bernama David Adjaye.

Lebih jauh Siswanto Anwar menyampaikan, selain membuat semua jenis alat pertanian dan peralatan dapur, Cahaya Alam juga dapat membuat pedang sejenis samurai. Bahkan dapat pula membuat samurai jenis lipat atau gulung sepertihalnya produk dari negara Jepang.

“Kalau samurai tergantung pesanan, tetapi tidak sembarangan membuat, sebab harus jelas penggunaanya, selain itu harus ada ijinnya juga,” ujar lelaki yang akrab dipanggil Sis Anwar ini.

Paparnya, model pembuatan samurai lentur butuh ketekunan, ketelitian dan waktu yang lama, sehingga wajar jika harganya mahal. Dirinya menegaskan sangat berhati-hati kalau ada pesanan samurai, tidak sembarangan orang ia layani.

“Kalau yang model jepang bisa digulung, menggunakan bahan bekas gergaji lendang jaman dulu itu,” tambahnya lagi. (Jn)

Berbagi artikel melalui:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Komentar

Komentar