Produk Cangkul Gunungkidul Berani Bersaing Dengan Produk Cina

oleh
Pande besi di Kajar, Karang tengah, Wonosari, Gunungkidul. KH/ Kandar.

WONOSARI, (KH),– Belakangan tersiar bahwa Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi) dongkol dengan impor cangkul dari Cina ke Indonesia. Sebab, alat pertanian yang didatangkan dengan jumlah yang tidak sedikit tersebut semestinya dapat diproduksi di dalam negeri.

Dengan adanya impor cangkul tersebut tak membuat pande besi pembuat alat pertanian berbahan besi/ logam asal Gunungkidul menjadi resah. Mereka mengaku berani bersaing dari segi kualitas.

“Kami berdiri sejak tahun 1975, produk kami cukup berkualitas. Kami tidak takut dengan produk Cina,” Kata Marmin pemilik usaha pande besi di Dusun Kajar, Desa Karangtengah, kecamatan Wonosari, Gunungkidul, belum lama ini.

Dirinya juga mengaku tidak merasakan dampak berarti adanya impor cangkul terhadap omset penjualannya. Pemilik usaha pande besi dengan 20 karyawan ini menyebut para pelangan sudah yakin dan puas dengan kualitas berbagai alat hasil buatannya.

“Selain cangkul kami juga buat sabit, sabit besar (bendo), kapak, gathul, garuk dan sejumlah alat pertanian maupun pertukangan lain,” imbuh Marmin.

Khusus untuk cangkul dengan berbagai ukuran dengan kualitas baik harganya antara Rp.50 ribu hingga Rp.75 ribu. Sementara untuk kualitas di bawahnya harganya dimulai dari 30 ribuan.

Marmin juga mengklaim, bahwa transformasi alat pertanian dari tradisional ke modern atau mesin belum juga dirasakan dampaknya bagi penjualan alat pertanian yang dia buat.

Awal musim pertanian seperti sekarang ini dirinya masih selalu meningkatkan jumlah produksi untuk melayani permintaan konsumen.

“Jumlah produksi awal musim pertanian naik sampai 5 kali lipat. Biasanya sehari 1 kodi belakangan bisa sampai 5 kodi,” tukasnya. (Kandar)

Komentar

Komentar