PPTI Gunungkidul Peringati TB Day dengan Workshop

oleh
Workshop TB Day di Bangsal Sewoko Projo. Foto : KH
Workshop TB Day di Bangsal Sewoko Projo. Foto : KH

WONOSARI,(KH) — Memperingati hari Tuberkulosis se dunia, Perkumpulan Pemberantasan Tuberkulosis Indonesia (PPTI) Gunungkidul bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul mengadakan workshop tentang penyakit Tuberkulosis. Dengan tema Temukan, obati sampai sembuh (TOSS), PPTI cabang Gunungkidul terus berjuang bersama-sama masyarakat untuk menemukan dan mengobati penderita Tuberkulosis di Gunungkidul.

Ketua Perkumpulan Pemberantasan Tuberkulosis Indonesia (PPTI) Gunungkidul, Eko Subiantoro, mengatakan kegiatan PPTI yang telah terlaksana antara lain membentuk jaringan dan kemitraan dengan PKK, Bhayangkari ,Persit Kartika candra kirana dan komponen yang berada di dalam masyarakat.

Tujuannya agar penyakit Tuberkulosis dapat dideteksi sedini mungkin. “Pelatihan juga telah dilaksanakan kepada 18 kader PPTI di Kabupaten Gunungkidul pada tahun 2014 lang lalu,” katanya, Selasa, (24-03-2015).

Ia menambahkan dari tahun 2014 sampai saat ini di Gunungkidul terdapat 64 orang terindikasi dengan 5 penderita positif TBC BTA, kepada kader PPTI di setiap Kecamatan untuk tetap memantau dan melaporkan jika terdapat penderita baru.

Pada tahun 2015 ini PPTI cabang Gunungkidul mendapatkan bantuan dana hibah dari APBD Kabupaten Gunungkidul. Dengan adanya bantuan tersebut diharapkan PPTI dapat semakin maksimal dalam memerangi penyakit Tuberkulosis di Kabupaten Gunungkidul.

Dalam peringatan hari Tuberkulosis se dunia 2015, serangkaian kegiatan sosialisasi kepada masyarakat  diantaranya melaksanakan senam minggu sehat pada hari Minggu, (22/03/2015) di alun-alun Pemda Gunungkidul.

Kegiatan workshop diisi oleh motivator Dr Ida Rohmawati dari RSUD Wonosari. Dalam sesi tersebut Dr Ida memberikan motivasi kepada kader PPTI dan penderita TCB baik yang sudah sembuh maupun yang sedang dalam tahap pengobatan.

Harapannya setelah dilaksanakan kegiatan workshop ini, kader PPTI di 18 Kecamatan dapat menemukan pasien terindikasi TBC yang pengobatannya akan diserahkan pada puskesmas dan rumah sakit sesuai kewenangan masing-masing. Selain melakukan deteksi dini penyakit Tuberkulosis, kader PPTI juga ditugaskan untuk mendampingi dalam pengobatan pasien yang terindikasi Tuberkulosis.(Atmaja)

Komentar

Komentar