Polisi Ungkap Kasus Pengiriman Dan Penggunaan Psikotropika

Berbagi artikel melalui:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Para pelaku yang diamankan polisi terkait kasus penyalahgunaan psikotropika dan peredaran uang palsu di Gunungkidul. Foto: Humas Polres Gunungkidul.

WONOSARI, (KH)— Sebagaimana dilansir Humas Polres Gunungkidul, Satuan Resnarkoba Polres Gunungkidul berhasil mengungkap kasus pengiriman dan penggunaan sabu-sabu di wilayah Kecamatan Gedangsari, Kabupaten Gunungkidul.

Penangkapan bermula saat petugas Satres Narkoba melakukan razia. Awalnya polisi berhasil menangkap pelaku di sebuah rumah di Gedangsari awal April lalu. Dua orang yang diamnkan atas nama DA (20) warga Gedangsari, Gunungkidul dan AF (20) warga Tangerang, Banten. Selain itu, bersamaan terdapat satu pelaku penyimpan uang palsu, yakni seorang gadis berinisial FAA (23).

“Kami melakukan penggledahan dan mendapati sabu dan pil psikotropika. Narkoba tersebut dikirim melalui paket yang diletakan dalam Stick Playstation”, kata Kapolres Gunungkidul  AKBP Muhammad Arif Sugiyarto di Mapolres Gunungkidul, Jumat (28/4/2017).

Dari penggledahan ditemukan sabu-sabu dengan berat 0,68 gram dan 2 butir pil riklona berada di dalam Stick PS tersebut. Berdasar pengakuan, saat itu AF dan FAA sedang liburan di rumah DA. Dari tangan DA didapati bong untuk menghisap sabu, sementara dari tangan FAA didapati uang palsu sebanyak Rp. 3.950.000.

Lanjut Kapolres menerangkan, dari hasil tes urine diketahui mereka positif menggunakan sabu-sabu. Hasil penggledahan di telepon genggam juga ditemukan pesan singkat mengenai transaksi narkoba yang akan dikirim melalui paket jasa pengiriman. Dari pengakuan tersangka, kristal sabu tersebut akan digunakan sendiri. Akan tetapi, polisi masih terus mendalami pelaku pengiriman.

Setelah dilakukan pengembangan, terdapat pelaku-pelaku lain yang menyusul berhasil diamankan dan memiliki keterkaitan terhadap pelanggaran dan penyalahgunaan narkoba. AF dan DA dijerat dengan Pasal 62 Sub Pasal 60 ayat (4) UU RI No. 5 tahun 1997 Tentang Psikotropika dan Pasal 112 ayat (1) Sub Pasal 127 ayat (1) huruf (a) UURI No 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika.

Sementara itu, pemilik uang palsu dijerat dengan Pasal 36 ayat (3) Junto Pasal 26 ayat (3) Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang mata uang. Dengan pidana  penjara paling lama 15 (lima belas) Tahun, dan denda paling banyak Rp 50 Miliar. (Wibowo)

Komentar

Komentar