Polisi Sempat Terjun, Honorer Hari Ini Kembali Masuk Mengajar

oleh
Ketua FHSN Guungkidul, Aris Wijayanto kembali mengajar di sekolah. Hal ini juga dilakukan oleh ribuan honorer lain di Gunungkidul.

GUNUNGKIDUL, (KH),– Honorer mengakhiri aksi ijin tidak masuk mengajar atau bekerja. Aksi yang telah berlangsung selama tiga hari sempat membuat kalang kabut pelaksanaan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di sekolah negeri di Gunungkiudul.

Sediannya, aksi akan dilakukan selama 17 hari, mulai Senin, (15/20) hingga tanggal (31/10) nanti. Akan tetapi Disdikpora Gunungkidul merespon yang kemudian mengajak pengurus harian honorer berkoordinasi. Dari koordinasi yang dilakukan di Gedung Guru kemarin, salah satu poin kesepakatannya yakni mulai hari ini, Kamis, (18/10/2018) honorer kembali masuk mengajar.

Ketua Forum Honorer Sekolah Negeri (FHSN) Gunungkidul, Aris Wijayanto, mengatakan, berdasar rapat koordinasi antara FHSN dengan kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Gunungkidul telah menelurkan beberapa kesepakatan.

“Salah satu butir kesepakatan yakni Kepala Dinas Disdikpora selaku wakil pemerintah daerah mendukung aksi perjuangan honorer. Kepala Dinas Dikpora juga akan segera berkoordinasi dengan DPRD untuk membuat surat ke Kementerian PAN-RB terkait tuntutan FHSN,” papar Aris.

Lebih jauh disampaikan, Aris menyatakan, kesepakan untuk kembali masuk kerja juga atas dorongan panggilan hati nurani dan cintanya kepada anak didik. Sedangkan untuk poin terakhir disepakati bahwa agenda perjuangan FHSN akan lebih mengedepankan negosiasi dan konsolodasi.

Honorer di SD Karangsari Semin ini mengaku sempat terharu saat kembali masuk mengajar di sekolah. Banyak siswa bersorak menyambut kedatangannya.

Sejumlah sekolah mengakui, bahwa tidak hadirnya honorer terutama GTT membuat kegiatan pembelajaran di sekolah sangat terganggu. Ironisnya, saat awal aksi dimulai Kepala Disdikpora Gunungkidul, Bahron Rosyid seperti tak menganggap aksi honorer tersebut menimbulkan dampak serius.

“Sepertinya tidak ada masalah kok. Katanya ada yang ke Jakarta juga tetapi saya juga belum dapat melaporkan berapa jumlahnya,” ujar Bahron, Senin, (15/10) lalu.

Namun, karena dampak aksi yang ditimbulkan sangat mengganggu pelaksanaan KBM pihaknya kemudian melakukan koordinasi dengan FHSN serta meminta untuk kembali masuk mengajar di sekolah.

Sementara itu, dengan banyaknya sekolah yang mengakui kerepotan dengan aksi honorer muncul inisiatif dari berbagai kalangan termasuk jajaran kepolisian untuk menjadi relawan. Anggota kepolisian mendadak menjadi guru dan mengajar siswa.

Seperti yang dilakukan beberapa anggota Polsek Saptosari, mereka menjadi guru dan menyelenggarakan KBM di SD Monggol 1, Kecamatan Saptosari. “Kami persilahkan anggota melaksanakan giat mengajar di SD yang mengalami kekosongan guru saat jam pelajaran kemarin,” terang Kapolsek Saptosari, AKP Wijayadi, SH. (Kandar)

Komentar

Komentar