Pilkasis Sebagai Ajang Pengenalan Pesta Demokrasi Kepada Siswa

oleh
Pelajar MAN Wonosari melakukan penghitungan suara pada proses Pilkasis. KH/ Kandar
Pelajar MAN Wonosari melakukan penghitungan suara pada proses Pilkasis. KH/ Kandar

WONOSARI, (KH)— Sebanyak  tiga sekolah mengadakan Pemilihan Ketua Osis (Pilkasis) yang bekerjasama atau difasilitasi oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Gunungkidul, Senin, (26/9/2016). Tiga sekolah tersebut meliputi SMA N 1 Wonosari, SMK N 1 Wonosari, dan MAN Wonosari.

Ditemui saat meninjau pelaksanaan Pilkasis di salah satu sekolah, Ketua KPU Gunungkidul, M. Zaenuri Ikhsan mengatakan, kegiatan Pilkasis ini dalam rangka uji modul. Awalnya sebelum pelaksanaan, didahului dengan pembuatan panduan berupa modul penyelenggaraan Pilkasis, kemudian disepakati pelaksanaan Pilkasis sebagai percontohan di tiga sekolah.

“Modul tidak akan mengarah ke sempurna apabila tidak melalui proses pengujian, maka proses ini menjadi bagian dari penyempurnaan,” kata Zaenuri.

Lanjut dia, dalam pelaksanaan dapat diketahui anak-anak menemui kendala apa saja, terutama mereka yang menjadi Komisi Pemilihan Ketua Osis (KPKO), kemudian awal Oktober nanti akan ada evaluasi bersama guru dan murid, dari hasil evaluasi akan digunakan untuk perbaikan modul.

Ditambahkan, KPU sudah menjalin kerjasama dengan Pemda meliputi enam item kegiatan, Pilkasis ini merupakan salah satu bentuknya yang dilaksanakan bersama Disdikpora atau lembaga pendidikan.

“Secara umum anak-anak sekolah belajar demokrasi masih sebatas teori, kegiatan ini diharapakan menjadi pengalaman dan gambaran apabila suatu saat nanti ketika mereka terjun ke masyarakat, ke dunia demokrasi yang sesungguhnya pada pelaksanaan pemilu,” harap Zaenuri.

Lebih jauh disampaikan, mereka juga akan tahu mengenai tahapan pemilu, ketika nanti menghadapi langsung maka tidak canggung lagi. Pelaksanaan Pilkasis tidak jauh berbeda dengan pemilu yang sebenarnya.

Sementara itu, salah satu Guru MAN Wonosari, Cholis Nuhajir menuturkan mengenai pelaksanaan Pilkasis di sekolahnya. Proses pencoblosan terbagi menjadi 3 TPS dengan total pemilih sebanyak 580 siswa.

“Tahapan mulai dari penjaringan berupa pendaftaran calon, tes wawancara dan lainnya, dari 20 pendaftar diseleksi menjadi 6 kandidat, ada juga kegiatan orasi kandidat dan debat antar calon,” jelas Cholis.

Menurutnya, hal ini menjadi pengalaman luar biasa sekaligus sebagai edukasi mengenai tahapan pemilu bagi siswa. (Kandar)

Komentar

Komentar