Petani Zona Tengah Gunungkidul Mulai Panen Padi Ciherang

oleh
Panen padi di ladang Kecamatan Wonosari. KH/ Kandar.

WONOSARI, (KH),– Petani Gunungkidul di zona tengah, Wonosari-Playen dan sekitarnya telah memulai panen padi. Seperti di Desa Pulutan, Wonosari, Gunungkidul, sebagian masyarakat yang tanaman padinya menua minggu ini mulai dipanen.

Sebagaimana salah satu petani, Rismiyati, saat ditemui di ladang tadah hujan miliknya mengungkapkan, padi varietas Ciherang yang ia tanam telah cukup umur untuk dipanen.

“Padi kami termasuk panen lebih awal,” kata dia. Meski sempat terserang hama, namun ia bersyukur tanaman padinya tidak mengalami gagal panen.

Menurutnya secara umum hasil panen padi di kawasan ladangnya cukup baik. Dari satu petak tanah yang dimiliki dengan luas kurang lebih mencapai 400 meter persegi itu dapat menghasilkan gabah kira-kira 2 kuintal.

Dirinya mengaku beberapa tahun terakhir lebih memilih menanam padi Ciherang, sebab jumlah bulir padi dianggap lebih banyak dibanding varietas yang lain.

Sementara itu terpisah, Kepala Bidang Pangan Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Raharjo Yuwono mengutarakan hal yang sama, bahwa secara sekilas hasil panen padi tahun ini cukup baik.

“Secara umum baik. Jika melihat hasil di wilayah kecamatan pinggiran hasil cukup baik,” ungkap Raharjo.

Kata dia, untuk zona tengah data ubinan baru masuk. Namun belum selesai direkap.

Baca Juga: Daripada Panen Padi Sedikit, Pardio Lebih Untung Tanam Jagung Monokultur

 

Sementara itu untuk varietas Padi Segreng di wilayah kecamatan pinggiran seperti di Desa Semugih Rongkop produktivitasnya mencapai 6,67 Ton per hektar. Lantas di Purwosari untuk padi varietas hibrida intani menghasilkan 9.6 ton gabah kering panen per hektar. (Kandar)

Komentar

Komentar