Petani Gunungkidul Tanam Bawang Merah Jenis Philip Di Lahan Tadah Hujan

oleh
Penanaman bawang merah di Playen. KH/ Wibowo.

PLAYEN, (KH),– Setidaknya 60 kelompok tani di 18 kecamatan di Gunungkidul serentak menanam bawang merah di lahan tadah hujan. Bawang merah yang dikembangkan pada musim kemarau ini berjenis Philip.

Kepala Dinas Pertanian Dan Tanaman Pangan Gunungkidul, Bambang Wisnu Broto mengatakan, varietas unggulan jenis Philip dapat dibudidayakan di luar musim hujan. Selain itu jenis tersebut juga tahan terhadap hama dan penyakit.

“Sehingga kesinambungan produksi bawang merah tetap terjamin,” katanya beberapa waktu lalu.

Pada musim tanam tahun 2018 ini, Dinas Pertanian Dan Pangan mencoba mengembangkan varietas Bawang Merah dengan jenis Philip. Jenis tersebut dipilih karena memiliki produksi tinggi, yakni mencapai 18 ton per hektar. Selain itu bawang merah jenis Philip ini banyak dikembangkan di Gunungkidul karena memiliki masa tanam yang singkat.

Gerakan penanaman bawang merah salah satunya dilaksanakan oleh Kelompok Tani Dadi Makmur Desa Logandeng, Kecamatan Playen, Gunungkidul. Sejumlah petani di Logandeng memanfaatkan air sungai untuk mengairi tanaman bawang merah yang ditanam di lahan tadah hujan.

“Gerakan tanam bawang merah sudah dimulai sejak bulan Februari lalu. varietas ini cukup diminati oleh petani karena cocok dikembangkan di Gunungkidul. Jika ditanam dalam media yang sempurna varietas Philip mempunyai umbi yang banyak mencapai 60 hingga 90 umbi,” jelas Bambang.

Lebih jauh disampaikan, dengan pemupukan organik yang cukup, varietas bawang merah jenis Philip ini bisa dipanen setelah dua bulan terhitung sejak masa tanam. Cara menghasilkan varietas unggul baru maka perlu dilakukan uji adaptasi dengan beberapa kali musim tanam.

“Upaya tersebut dilakukan agar dapat memenuhi kebutuhan bawang merah di Gunungkidul. Upaya ini juga diharapkan dapat menstabilkan harga bawang merah di Yogyakarta,” harap Bambang. (Wibowo)

Komentar

Komentar