Pesona Keindahan Desa Wisata Jelok

oleh
Gubuk yang disediakan oleh Desa Wisata Jelok. Foto : Atmaja.
Gubuk yang disediakan oleh Desa Wisata Jelok. Foto : Atmaja.

ADBISNIS, (KH). — Tak ada polusi, apa lagi suara bising kendaraan  di Desa Wisata Jelok, Gunungkidul, DI Yogyakarta. Anda dapat merasakan udara segar dan keramahanan penduduk pedesaan yang menjadi salah satu pembeda dengan keadaan di perkotaan.Desa Wisata Jelok terdapat di Padukuhan Jelok, Desa Beji, Kecamatan Patuk. Walaupun tidak begitu jauh dari pusat Kota Yogyakarta, namun desa ini seakan tidak mau mengikuti arus modernisasi. Alam yang membentang menyuguhkan pemandangan yang elok, terbentang di bantaran beningnya Sungai Oyo yang airnya tak pernah kering sekalipun musim kemarau panjang.

Menginjakkan kaki di Desa Jelok serasa terbang di belahan dunia yang  berbeda. Jauh dari polusi dan kebisingan kota. Di antara semilir angin pedesaan, gemericik air sungai, kicauan burung yang bersahutan, dan menikmati pemandangan bunga di pohon tebu yang bermekaran menjadi sensasi tiada dua. Ditambah dengan adanya gubuk (rumah-rumahan) yang ada, semakin menambah nuansa alami pedesaan.

Desa Wisata Jelok menyuguhkan wisata yang berinteraksi langsung dengan  kehidupan nyata di alam pedesaan. Terdapat juga beberapa kegiatan yang bersifat outbond dan tracking. Pengunjung dapat memilih paket wisata alam yang diinginkan seperti, menyusuri kali Oya dengan menggunakan perahu Kano.

Sukri selaku pengelola Desa Wisata Jelok mengatakan, untuk paket menyusur sungai dibagi menjadi 3 paket yakni, trip panjang, menengah dan pendek. Bagi pengunjung yang ingin merasakan pengalaman menyusuri kali Oya trip panjang yang menyusuri sungai sejauh 15 kilometer, dikenakan biaya sebesar Rp 150 ribu per orang dengan fasilitas snack, jasa pemandu, dan asuransi.Untuk biaya trip sedang yang menyusur sungai sejauh 10 kilometer dikenakan biaya sebesar Rp75 ribu.

“Sementara untuk trip pendek dikenakan biaya Rp 50 ribu dengan mendapatkan fasilitas yang sama,” katanya, Kamis (26/02/2015).

ia menambahkan, untuk paket lain meliputi paket live in di rumah warga, Camp ground dan outbond yang tersedia mulai dari outbond anak sampai outbond umum. Dengan biaya Rp 200 ribu per orang pengunjung mendapatkan sejumlah fasilitas antara lain, tracking untuk melihat sunrise maupun sunset di Lembah Ngipik yang dilanjutkan dengan perjalanan mengelilingi kampung, bersepeda menuju Gunung Ireng, menyusuri sungai trip pendek dengan kanoing, makan 3 kali, asuransi, jasa pemandu.

“Untuk paket anak mendapat tambahan fasilitas  melukis dengan media celengan dan caping yang bisa dibawa pulang,” imbuhnya.

Ia menuturkan visi dari Desa Wisata Jelok adalah mengutamakan kearifan lokal, dengan harapan pengunjung dapat mengerti dan ikut merasakan adat dan tradisi yang ada. Tradisi yang dapat di ikuti pengunjung antara lain Kenduri, Mongmong pedet, dan tradisi Metik. Namun tradisi metik hanya bisa dijumpai setelah musim panen tiba.

Pihak sekertariat Desa Wisata Jelok, lanjut Sukri, rencananya akan menambah beberapa wahana dengan harga yang relatif terjangkau. Hal ini dilakukan agar Desa Wisata Jelok dapat lebih berkembang. Dengan membuat sebuah bendungan di aliran kali Oya, diharapkan wahana perahu bebek dan balon apung dapat semakin melengkapi wahana yang ada di Desa Wisata Jelok.

Dengan dijadikannya Desa Jelok sebagai tempat wisata, ternyata telah membantu peningkatan perekonomian warga Padukuhan Jelok. “Kadang warga memanfaatkannya dengan berjualan ketika terdapat banyak pengunjung,” tambahnya.

Ia menambahkan, bagi pengunjung yang ingin berlibur ke Desa Wiasata Jelok agar booking 2 hingga sampai 3 hari sebelumnya. Pengunjung dapat booking dengan menghubungi Sukri selaku pengelola sekertariat Desa Wisata Jelok dengan kontak person 087838665382.