Pesona Goa Saptoargo Desa Sawahan Ponjong

Berbagi artikel melalui:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Goa Saptoargo di Padukuhan Plarung Sawahan Ponjong. Foto: Hari.
Goa Saptoargo di Padukuhan Plarung Sawahan Ponjong. Foto: Hari.

PONJONG,(KH)— Gunungkidul memang memiliki puluhan goa dengan karakteristik khasnya sebagai wilayah karst. Salah satunya adalah  Goa Saptoargo yang berada di Padukuhan Plarung, Desa Sawahan, Kecamatan Ponjong. Dalam bahasa jawa sapto adalah tujuh dan argo adalah gunung, Saptoargo adalah tujuh gunung.

Kompleks gua Saptoargo merupakan hasil dari proses geologi yang diperkirakan terjadi mulai dari 16 sampai dengan 5,5 juta tahun yang lalu. Gua Saptoargo tersusun dari batu gamping klastik dan nonklastik yang terbentuk dari pengendapan material material sedimen yang mengalami lithifikasi atau pembatuan menjadi batu gamping. Karena sifat batu gamping (CaCo3) yang mudah larut, serta adanya retakan-retakan pada permukaan batuan tersebut, maka air yang berada di permukaan mampu masuk dan mengenai lapisan gamping di bawah permukaan, sehingga gamping tersebut mengalami pelarutan dan terbentuk gua serta sungai bawah tanah.
 
Gua Saptoargo menyimpan banyak cerita di kalangan masyarakat sekitarnya. Ada banyak cerita mistis yang tersembunyi di dalamnya. Menurut masyarakat sekitar, komplek Gua Saptoargo sering digunakan sebagai tempat pertapaan. Menurut cerita masyarakat setempat, bapak bangsa Indonesia Soekarno juga pernah bertapa di sini. Telah banyak orang yang mencoba mencari jejak tempat pertapaan Soekarno, akan tetapi sampai sekarang belum ada bukti yang cukup kut untuk membenakan pernyataan teraebut. Sampai sekarang tempat ini masih dijadikan pertapaan warga dan para tokoh.
 
Berdasarkan penuturan tokoh masyarakat, di dalam Gua Saptoargo terdapat penunggu makhluk mistis yaitu ular berukuran besar, harimau, dan landak. Di dalam gua terdapat batu yang menyerupai lampu gantung namun tidak semua orang bisa melihat dan juga ada besalin. Besalin adalah wadah menyepuh keris yang menurut cerita warga digunakan para empu sebagai tempat menyepuh keris sakti. Bentuk dari besalin menyerupai cincin yang dikelilingi oleh batu dengan struktur menyerupai sisik naga . Pada mulut gua terdapat batu besar yang menyerupai gajah sehingga warga sekitar menyebutnya Watu Gajah. 
 
Pesona indah goa ini sebagai tempat wisata masih belum lengkap fasilitasnya, baik jalan menuju area wisata maupun perlengkapan untuk menyusuri goa. Kurangnya promosi ke luar daerah membuat goa yang cukup mempesona ini masih belum terlalu dikenal di masyarakat luas.
 
Bowo Sutrisno, Kepala Desa Sawahan mengatakan, setelah proyek pembangunan gedung galeri selesai, pihaknya akan mulai membenahi area menuju kawasan wisata dan melengkapi fasilitasnya. Hal itu disampaikan kepada KH pada Kamis (12/3/2015)
 
“Sebenarnya sudah dibuka lama kawasan wisatanya. Cuman kurangnya promosi membuat wisata ini kurang dikenal masyarakat pada umumnya,” pungkas Bowo. (Hari).
 

Komentar

Komentar