Pernah Jadi Tukang Rongsok, Surya Kini Kelola Jasa Angkutan Wisata

oleh
Wijaya Trans Gunungkidul. Foto: istimewa.

KARANGMOJO, (KH)– Kesuksesan tidak harus selalu ditandai pangkat, jabatan, dan kelimpahan harta warisan. Hal ini diamini Surya Wijaya (35), anak muda yang pernah menjadi tukang rongsok, pengumpul barang-barang bekas ini sekarang mampu mengelola bisnis jasa angkutan wisata dan charteran. Dua unit medium bus, dan minibus serta mobil penumpang yang dititipkan mitranya menjadi armada andalan jasa transportasi yang dikelolanya.

“Masa kecil saya memang prihatin mas. Bapak saya pekerja lajon buruh di Yogya, sedang ibu membuat makanan jajanan dan disetor ke pedagang dekat sekolah. Itu yang membuat saya sudah biasa sekolah sembari kerja. Meski hidup kekurangan, orang tua saya berusaha sebaik mungkin menyekolahkan anak-anaknya. Mungkin banyak yang menghina saya hanyalah seorang sopir, tetapi saya bersyukur dan bangga, karena sempat sekolah di SMA 1 Wonosari. Saya lulus SMA tahun 2002, waktu itu saya berpikir tidak mungkin bisa lanjut kuliah, karena itu saya realistis saja, langsung melamar kerja. Pertama kerja di UD Wukirsari Baleharjo, sebagai driver kanvas air mineral,” ungkap Surya.

Selepas 2 tahun bekerja di UD Wukirsari, Surya kemudian pindah kerja menjadi sopir truk material. Ia juga pernah menjadi kernet bus Birowo trayek Wonosari – Yogya selama 3 tahun. Di kala sedang libur dari ngernet bus, ia juga nyambi menjadi tukang rongsok, mengumpulkan barang-barang rongsokan dan menjadi sopir freelance.

“Tahun 2009 saya masuk kerja di PT Sepakat di Cilacap. Perusahaan transportir semen Holcim. Pertama kerja di tempat ini, saya tugasnya membawa truk colt diesel selama 1 tahun, kemudian lanjut membawa tronton pengangkut semen dari Cilacap ke kota-kota di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Saya senang bekerja di perusahaan ini, karena gaji dapat mencukupi kebutuhan keluarga dan bisa nabung. Namun, karena jauh dari keluarga, pada tahun 2015 saya mengundurkan diri dari pekerjaan di Cilacap ini,” ujar Surya.

“Keluar kerja dari Cilacap, saya lanjut buka usaha mandiri jasa angkut dan carteran. Modal pertama saya adalah mobil Kijang Super warna putih dan Colt T120 pick-up. Kijang Super ini saya beli dari kerabat yang ganti mobil. Mobil itu saya pergunakan untuk melayani keperluan charteran tetangga dan kenalan. Untuk mobil pick up, waktu itu saya ikutkan sebagai angkutan wisata di obyek wisata Pindul. Karena jasa angkutan wisata di Goa Pindul kurang bisa berkembang, akhirnya colt saya jual. Untuk mengisi kekosongan saat tidak ada charteran, saya sempat melamar menjadi sopir di PO Bakmi Jawa trayek Jogja-Wonosari. Kembali menjadi sopir angkutan umum saya jalani sampai pertengahan 2017,” kenang Surya.

“Pada pertengahan 2017, atas kebaikan Pak Budi pemilik PO Putra Gunungkidul, saya berkesempatan untuk memulai lembaran hidup baru. Dengan modal dana yang saya kumpulkan sejak lama, saya memberanikan diri membeli 1 unit medium bus secara kredit untuk memulai usaha charteran bus wisata. Saya benar-benar sangat dibantu oleh BDG (Bank Dagang Gunungkidul), dan utamanya Pak Budi Putra Gunungkidul yang bersedia menjadi penjamin pembelian bus secara cicilan ini. Bus tahun 2011 karoseri RS Bogor, dibeli dari lelang PT Chevron Riau, masih bagus dan layak untuk untuk charteran wisata,” ungkap Surya.

Bagi Surya, ada beberapa kemudahan ketika mentransformasi diri dari sopir menjadi pengelola jasa angkutan wisata. Lekuk-liku pengalaman ketika menjadi sopir dan kernet bus memudahkan dirinya mengenal secara detail seluk-beluk kebutuhan pelanggan. Apa yang ada di benak pelanggan, apa yang dibutuhkan mereka dengan cepat ditangkap Surya dan itu diwujudkannya. Untuk menambah pengetahuan dan perbaikan pelayanan, Surya juga gemar belajar dari para pelaku jasa transportasi wisata yang lebih senior.

“Saya sebenarnya nol pengalaman di bidang transportasi wisata. Bener-bener dari nol, awal cari orderan cuma melalui teman-teman crew bis. Kemudian dengan membuat iklan melalui medsos fb dan lainnya, saya menjadi kenal dengan para pemain transportasi wisata. Saya menyerap ilmu dan hal-hal penting melayani pelanggan dari teman-teman. Semakin lama relasi juga makin bertambah. Bantuan promosi dan rekomendasi dari teman-teman sekolah dulu baik SMP maupun SMA juga sangat membantu pemasaran saya,” ungkap Surya.

Komentar

Komentar