Pengusaha Brunei Lirik Peluang Bisnis Di Gunungkidul

oleh

WONOSARI,(KH)– Sebanyak 75 orang delegasi trade mission dari Negara Brunai Darussalam mengunjungi Kabupaten Gunungkidul, Jumat (10/10/2014). Rombongan gabungan dari 63 perusahaan tersebut melirik peluang bisnis Gunungkidul.
Rombongan delegasi yang dipimpin oleh Pehin Dato Haji Awang Mohammad Bin Haji Daud diterima oleh Bupati Gunungkidul Badingah di Bangsal Sewoko Projo Wonosari. Dalam kesempatan tersebut Badingah memaparkan tentang banyakya potensi yang ada di Gunungkidul, mulai dari sektor pariwisata, pertanian dan kekayaan alam lainya.
Dalam pemaparannya, Badingah menegaskan, Kabupaten Gunungkidul terbuka bagi investor luar yang akan ikut membangun Gunungkidul. “Seperti arahan Sri Sultan Hamengku Buwono X, pertemuan ini diharapkan menjadi langkah awal terjalinnya kemitraan antara Pemerintahan Brunai-Indonesia dan Yogyakata khususnya,” papar Badingah.
Untuk menjalin kedekatan kedua negara, Brunei Darussalam akan mengadakan ekspo yang akan digelar di Brunai 15-17 November mendatang. Rencananya Badingah dan sejumlah pejabat Gunungkidul akan menghadiri ekspo tersebut. “Undangan sudah saya terima, mudah-mudahan bisa datang,” ungkap orang nomor satu di Gunungkidul ini.
Badingah berharap, ke depan kunjungan delegasi dagang beserta pelaku ekspotir dari Yogyakarta mampu menjembatani kontak dagang antara Brunai dengan pengusaha atau pengrajin yang ada di Kabupaten Gunungkidul.
Sementara, Rudito Widagdo, Koordinator Fungsi Ekonomi Kedutaan Besar RI di Bandar Sri Begawan mengatakan, kegiatan perdagangan merupakan pondasi perkembangan ekonomi negara. Sesuai dengan kesepakatan yang telah dibahas dengan Sri Sultan Hamengku Buwono X, pembentukan Join Komite antar kedua negara diharapkan dapat memberi multy player efek.
“Ini kesempatan kedua negara untuk mengambil peluang mengembangkan usaha, diharapkan nantinya juga akan menyerap tenaga kerja yang ada di Gunungkidul,” kata Widagdo.
Dalam kesempatan tersebut juga digelar pameram produk-produk usaha unggulan pengusaha dan kelompok pengrajin Gunungkidul. Seperti kerajinan perak, topeng kayu, lampu cor. Untuk melengkapi informasi investasi  produk, panitia juga menyediakan laiflet dan brosur. (Juju/Tty)

Komentar

Komentar