Penataan Pantai, DKP Jajaki Lokasi Calon Dermaga Perikanan

oleh
Kapal nelayan Pantai Baron dan wisatawan  terkesan semrawut. KH/ Kandar
Kapal nelayan Pantai Baron dan wisatawan dalam satu kawasan terkesan semrawut. KH/ Kandar

TANJUNGSARI, (KH)— Pantai Baron sebagai destinasi wisata pantai tertua di Gunungkidul kini kondisinya dinilai semrawut. Antara wisatawan dan aktivitas nelayan berada dalam satu kawasan. Untuk memberikan kenyamanan terhadap pengunjung, Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) berencana melakukan pegembangan di Pantai Luwen.

Saat dihubungi, Kepala DKP Gunungkidul Agus Priyanto MM mengaku, memang  benar ada wacana untuk mengembangkan pantai yang berada di Desa Kanigoro Kecamatan Saptosari tersebut. Saat ini dalam tahap awal penjajakan. Rencananya pantai itu akan dijadikan dermaga penangkapan ikan oleh nelayan.

“Memang benar sudah survey, tetapi ini masih sebatas tahap awal. Pertimbangannya, hal ini dimaksudkan untuk memberikan tempat bagi nelayan Baron, saat ini kapal nelayan cukup banyak,” katanya, Sabtu, (27/2/2016).

Pemilihan lokasi tersebut didukung dengan alasan jarak antara Pantai Baron dan Luwen tidak begitu jauh. Pihaknya bersama rombongan telah melakukan peninjauan lokasi. Menyusul rencana tersebut, segera akan dilakukan koordinasi dengan beberapa pihak terkait.

“Khususnya perihal kawasan, apakah Pantai Luwen termasuk kawasan konservasi atau tidak. Setelah koordinasi besok, detail engineering design (DED) akan kita buat,” tambahnya.

Baru tahapan selanjutnya, lanjut Agus, jika memang disetujui akan diajukan program ke pusat. Nanti, seluruh kapal nelayan dan perlengkapannya akan dipindahkan ke Luwen. Sukamto, salah satu petugas retribusi parkir mengaku mendukung rencana tersebut. Menurutnya penataan Baron sudah saatnya dilakukan.

“Sepertinya bagus Baron khusus untuk pariwisata saja,” ucap dia. (Kandar)

 

Komentar

Komentar