Penanggulangan Kemiskinan Melalui Pembangunan SDM Dan Infrastruktur

oleh
Suasana kegiatan perekonomian Pasar Munggi, Semanu. KH/ Edo
Suasana kegiatan perekonomian Pasar Munggi, Semanu. KH/ Edo

WONOSARI, (KH),– Percepatan penanggulangan kemiskinan di Gunungkidul diperlukan dua hal. Pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) dan pembangunan infrastruktur. Hal tersebut diungkapkan Ketua Tim Percepatan Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TP2KD), Gunungkidul, Dr Drs H Immawan Wahyudi MH, beberapa waktu lalu.

Menurutnya, pembangunan SDM dilakukan melalui bidang pendidikan dan budaya. Yang ditempuh melalui pendampingan berbagai aspek kegiatan ekonomi masyarakat dalam rangka pemberdayaan.

“Kemudian didukung pembangunan infrastruktur. Karena sangat mendukung kegiatan ekonomi masyarakat, misalnya memudahkan aktivitas perdagangan,” ujar Immawan.

Sambung Immawan, dukungan material yang bersumber dari Dana Keistimewaan (Danais) dapat digunakan untuk merealisasikan program-program pengentasan kemiskinan. Sehingga kegiatan pemberdayaan tak hanya dapat dilakukan instansi yang membidangi atau erat berkaitan dengan kemiskinan dan perekonomian.

“Dinas Kebudayaan pun dapat melakukan kegiatan pemberdayaan. Bahkan dengan Danais juga memungkinkan untuk membangun infrastruktur,” terangnya.

Lanjutnya, pemberdayaan dilakukan melalui pendampingan baik kepada petani, peternak, dan pedagang yang menyasar hingga kelompok kecil. Selain diberikan penguatan modal ekonomi, harus diikuti pula dengan pengenalan teknologi-teknologi modern.

Disebutkan, jauh sebelumnya tepatnya pada tahuh 2013/2014 Gunungkidul mendapatkan Bantuan Keuangan Khusus (BKK) mencapai Rp 16,6 miliar. Bantuan tersebut diperuntukan untuk pemberdayaan kelompok. Sedangkan pada tahun berikutnya alokasinya turun menjadi Rp 8,8 miliar.

“Meski saat ini tidak mendapat BKK, upaya penanggulangan kemiskinan harus mendapat dukungan lintas instansi atau Organisasi Perangkat Daerah (OPD),” tukas Immawan. (Kandar)

Komentar

Komentar