Pemkab Gunungkidul: Stok Logistik Bagi Pengungsi Cukup

Tim penanggulangan bencana Gunungkidul menyiapkan logistik. KH/ Wibowo.

GUNUNGKIDUL, (KH),– Pemkab Gunungkidul menetapkan status tanggap darurat bencana sejak (28/11/2017) setelah melakukan rapat kedaruratan bencana bersama seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Kepala Seksi kedaruratan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gunungkidul, Sutaryono, mengatakan pihaknya juga mulai mendirikan posko bencana dan menyiapkan logistik yang didanai dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

“BPBD, Relawan Bencana, Polri dan Kodim telah berkoodinasi dalam melakukan evakuasi dan memberikan bantuaan makanan,” terang Sutaryono saat ditemui di posko tanggap bencana, Rabu, (29/11/2017).

Menurutnya, ketersediaan logistik pada hari pertama penanganan dinilai cukup. Melalui APBD sebanyak 750 paket bantuan telah disiapkan. Tak hanya bersumber dari APBD, bantuan dari pihak swasta hingga saat ini juga terus mengalir.

“Paket logistik yang berisi satu kardus air minerel, satu kardus mie instan, gula, teh ,sarden, minyak goreng, dan telur akan dibagikan pada pengungsi yang terdapat di 118 titik,” rincinya.

Mekanisme pembagian paket logistik akan dilakukan berdasar data by name by addres dari camat dimasing-masing tiap kecamatan. Selain itu pemberian logistik akan diprioritaskan pada pengungsi yang saat ini masih tinggal diposko-posko pengusuan.

“Selain paket sembako, Pemkab Gunungkidul juga membuat nasi bungkus untuk memenuhi kebutuhan relawan dan pengungsi,” tukas dia.

Bupati Gunungkidul, Badingah, pada hari ini secara simbolik menyerahkan bantuan paket logistik sembako bagi korban banjir di Desa Katongan Kecamatan Nglipar. Dalam waktu bersamaan Bhayangkara Daerah Istimewa Yogyakarta juga menyerahkan bantuan. (Wibowo)

Berbagi artikel melalui:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Komentar

Komentar