Pemerintah Kabupaten Beri Dukungan Berbagai Kegiatan Penyandang Difabel

oleh
ilustrasi. gambar: istimewa

GUNUNGKIDUL, (KH),– Pembentukan Desa Inklusi secara langsung akan memberikan kesempatan kepada kaum disablitas terlibat dalam berbagai pemberdayaan masyarakat. Hal tersebut disampaikan Sasana Inklusi dan Gerakan Advokasi Difabel (Sigab) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) usai melakukan audiensi dengan Wakil Bupati Gunungkidul, Immawan Wahyudi.

Untuk itu, Sigab terus mendorong pemerintah agar mendukung perkembangan desa inklusi. Menururt Ketua Sigab DIY, Suharto, saat ini sudah ada beberapa praktik inkluasi yang sudah dilakukan, yakni pembentukan desa inklusi di Kecamatan Lendah Kabupaten Kulon Progo yakni sebanyak 6 desa.

“Selain itu ada dua desa di Kecamatan Berbah dan Mlati di Kabupaten Sleman dan 3 Desa di Kabupaten Gunungkidul,” sebut Suharto.

Pada kesempatan audiensi di Kantor Pemkab Suharto juga meminta agar Pemkab member dukungan rencana kegiatan jambore inkluasi di Kabupaten Gunungkidul pada Bulan Agustus mendatang. Acara tahunan itu akan menjadi tempat presentasi dan merusmuskan indikator yang dibutuhkan disabilitas dari berbagai daerah di Indonesia.

Suharto menambahkan, Jambore inklusi juga dalam rangka membentuk desa inklusi. Kegiatan sebelumnya telah dua kali dilaksanakan yakni di Kabupaten Sleman dan Kulon Progo.

Sementara itu, Wakil Bupati Gunungkidul, Immawan Wahyudi menyatakan Pembentukan desa inklusi merupakan komitmen pemerintah dalam pemberdayaan penyandang disabilitas.

“Gunungkidul memiliki tiga desa inklusi diantaranya di Desa Plembutan Kecamatan Playen, Desa Beji Kecamatan Patuk dan Desa Nglipar Kecamatan Nglipar. Penyandang disabilitas terus dilibatkan dalam berbagai hal ssalah satunya turut dalam Musrenbang,” papar Immawan. (Wibowo)

Komentar

Komentar