Pemdes Pilang Rejo Pasang Rambu Menuju Embung Sriten

oleh

peringatanNGLIPAR, (KH) — Pasca kecelakaan yang menewaskan seorang wisatawan, Kamis (19/2/2015) lalu, Pemerintah Desa Pilang Rejo, Kecamatan Nglipar memasang 22 titik rambu-rambu di sepanjang jalur utama menuju Embung Sriten.

Kepala Bagian Pembangunan Desa Pilangrejo, Aris Widarto mengatakan, pemasangan dilakukan oleh pihak pemdes dibantu oleh masyarakat. Hal ini dilakukan untuk memberikan kenyamanan dan keselamatan pengunjung mengingat geometri jalan yang naik turun.

“Kita pasang rambu-rambu sebanyak 22 unit mulai dari Balai Desa Pilang Rejo hingga kawasan Embung Bantara Sriten sepanjang 7 kilometer,” kata Aris kepada KH, Rabu (25/2/2015).

Untuk memberikan kenyamanan kepada wisatawan terutama pada akses jalan, Pemdes Desa Pilang Rejo telah mengajukan proposal ke Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta. Jika disetujui, akan dilakukan perbaikan geometri, pelebaran jalan dan cor rabat sepanjang 7 kilometer.

“Sudah kita ajukan dan semoga disetujui oleh Gubernur,” tambah Aris.

Sementara Wakil Bupati Gunungkidul, Immwan Wahyudi ditemui usai mengikuti penanaman pohon di Kecamatan Semanu akhir pekan lalu mengaku akan segera berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum Gunungkidul untuk dilakukan pengecekan jalan menuju Embung Sriten.

Immawan akan berkoordinasi dengan DPU untuk segera mengecek kondisi jalan menuju kawasan tertinggi di Gunungkidul tersebut. “Saya minta cek, jalan yang dirasa tidak aman untuk diprioritaskan pembangunanya,” cetus politisi PAN ini.

Orang nomor dua di Gunungkidul ini mengaku, pemangkasan anggaran sebagai efisiensi yang dilakukan oleh Gubernur sangat berpengaruh terhadap perbaikan dan pembangunan jalan di Gununkidul, sebab anggaran tersebut seharusnya dapat digunakan untuk pembangunan jalan menuju obyek wisata.

“Pembangunan Jalan menuju obyek wisata ini seharusnya dipercepat pembangunannya, tapi apa daya anggaran yang dipangkas begitu besar, padahal jalan amat sangat diperlukan,” ulasnya.

Pantauan KH menyebutkan, wisatawan yang hendak menuju Embung Sriten diharapkan memakai kendaraan yang benar-benar fit. Tanjakan yang tinggi dengan jurang di kanan dan kiri memaksa wisatawan untuk berhati-hati. Embung yang dibangun di ketinggian 896 Mdpl ini rencananya akan dibuka Maret mendatang. (Juju/Tty)