Pembangunan Pariwisata Tidak Hanya Sekedar Fisik

oleh
Kabid Pengembangan Produk Wisata Disbudpar Kabupaten Gunungkidul, Harry Sukmono. KH/ Maria Dwianjani
Kabid Pengembangan Produk Wisata Disbudpar Kabupaten Gunungkidul, Harry Sukmono. KH/ Maria Dwianjani
Kabid Pengembangan Produk Wisata Disbudpar Kabupaten Gunungkidul, Harry Sukmono. KH/ Maria Dwianjani

PATUK, (KH)— Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul menegaskan konsep pembangunan dan peningkatan kawasan pariwisata di Kabupaten Gunungkidul bukan hanya berbentuk pembangunan fisik, melainkan juga pemberdayaan masyarakat.

Kepala Bidang Pengembangan Produk Wisata Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan (Disbudpar) Kabupaten Gunungkidul, Harry Sukmono pada Jumat (29/1) menjelaskan, bahwa pada 2016 Pemkab melakukan peningkatan kawasan pariwisata secara merata di tiga zona wilayah Kabupaten Gunungkidul. Beberapa di antaranya yakni di zona utara peningkatan pembangunan akan dilakukan di Gunung Gambar, meneruskan pembangunan akses di Nglanggeran dan Wonosadi.

Untuk pembangunan di zona tengah akan memperkaya koleksi batu di Taman Batu Geopark di Wonosari, membuat taman batu indoor dan ‘ruang selfie’. Untuk zona selatan, Disbudpar akan melakukan penataan parkir pantai Krakal, memasang ikon Bukit Serangan di Bukit Serangan. Ditambah lagi pembangunan di Giricahyo, Girijati, Sendang Jati, dan Pantai Watu Gupit.

“Di sana kami juga sekaligus menyiapkan masyarakat, meningkatkan kapasitas Sumber Daya Manusia di kawasan wisata,” terangnya.

Harry menambahkan, di zona utara, pihaknya akan mengintegrasikan konsep yang dibuat pada pintu masuk Kabupaten Gunungkidul, Patuk dengan konsep pembangunan di eks Kecamatan Patuk yang akan dilakukan oleh Disbudpar.

“Eks Kecamatan Patuk akan menjadi pintu gerbang yang memiliki fungsi taman, fungsi secretariat, informasi pariwisata, fungsi pemberdayaan masyarakat. Di sana juga akan ditambah logo Global Geopark Network, yang berbentuk kekayon,” jelasnya.

Mengetahui rencana tersebut, Camat Patuk Haryo Ambar Suwardi menerangkan, bahwa apabila eks kecamatan Patuk selesai dibangun, maka pihak kecamatan akan menunjukkan semua potensi wilayah secara maksimal, bukan hanya berupa produk olahan makanan melainkan produk kerajinan.

“Mulai dari bakpia, sompil, kerajinan kayu, fiberglass hingga teh dari daun kakao akan kami keluarkan semua,” ujarnya. (Maria Dwianjani)

Komentar

Komentar