PD Wanita Islam Gelar Seminar Seputar Ekonomi Syariah Dan Kesehatan Jiwa

oleh
Pengurus PD Wanita Islam Gunungkidul. KH.

WONOSARI, (KH),– Pengurus Daerah (PD) Wanita Islam Kabupaten Gunungkidul menggelar seminar seputar materi pengelolaan ekonomi syariah dan kesehatan jiwa di Joglo lek Wid, Wonosari, Selasa, (1/10/2019).

Ketua PD Wanita Islam, Sudiyah menyampaikan, seminar bertema Pengelolaan Ekonomi Keluarga Syariah dan Penanggulangan Gangguan Jiwa Menuju Keluarga Sejahtera terlaksana berkat kerjasama antara PD Wanita Islam dengan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Gunungkidul.

Pihaknya berharap, agenda yang terselenggara dapat bermanfaat bagi pengurus dan anggota serta masyarakat sekitar. “Dengan semangat dan niat ibadah maka Insya Allah akan memberikan kebaikan bagi kita semua, membawa manfaat bagi sekitar kita serta mendapat ridlo dari Allah SWT,” ujarnya dalam sambutan.

Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Badan Kesbangpol Gunungkidul, Drs. Yuda Haryanto mengungkapkan, Badan Kesbangpol setiap tahunnya memfasillitasi organisasi masyarakat untuk berkegiatan. “Tujuannya agar dapat meningkatkan kapasitas kelembagaan maupun Sumber Daya Manusianya,” kata Yuda.

Demikian juga dengan penyelenggaraan seminar PD Wanita Islam, diharapkan wawasan dan pengetahuan peserta bertambah lantas membawa manfaat dikemudian hari.

Adapun pemateri seputar pengelolaan ekonomi keluarga syariah disampaikan oleh Susilawati, SH. Poin penting yang disampaikan diantaranya mengenai perlunya sikap cermat dalam mengelola keuangan keluarga.

Sementara itu, pemateri seputar kesehatan jiwa, Psikiater RSUD Wonosari, dr Ida Rochmawati., Sp., Kj., memaparkan, depresi mejadi gangguan kejiwaan yang lebih berisiko tinggi dialami masyarakat. Adapun gejala dini yang patut dicurigai sebagai tanda diantaranya; nafsu makan berkurang atau bertambah drastis, gangguan tidur, murung kehilangan minat, dan merasa harga diri rendah.

“Serta pikiran tentang masa depan yang suram, perasaan bersalah atau menyalahkan diri sendiri berlebihan, serta muncul pikiran tentang kematian sampai percobaan bunuh diri,” jelas dr Ida.

Pihaknya mengajak peserta seminar untuk peka, baik terhadap diri sendiri dan orang-orang yang berada di lingkungan sekitar.

“Perasaan sedih harus diterima, apa yang terjadi karena IjinNya, cobalah curhat dengan orang yang bisa dipercaya,” himbau dia.

Ditegaskan, jika kondisi depresi semakin berat dan serius bahkan telah berdampak pada fisik dan sosial maka harus segera mendapat penanganan dokter yang berkompeten. (Kandar)

Komentar

Komentar