Pariwisata Makin Berkembang, Usaha Angkutan Banyak yang Tumbang

Angkutan perdesaan trayek Wonosari - Baron ngetem di kawasan eks terminal lama Wonosari. Foto: Atmaja.
Angkutan perdesaan trayek Wonosari – Baron ngetem di kawasan eks terminal lama Wonosari. Foto: Atmaja.

WONOSARI,(KH) — Makin berkembangnya sektor kepariwisataan di Gunungkidul membuat wilayah ini makin menjadi daerah tujuan berkunjung para wisatawan, baik lokal maupun luar kota. Namun, kondisi kepariwisataan yang menggembirakan ini tampaknya tidak mampu membuat usaha jasa angkutan umum di wilayah Gunungkidul berkembang lebih baik.

Justru usaha angkutan umum, baik angkutan perkotaan dan angkutan perdesaan yang menuju ke tempat-tempat wisata tersebut makin banyak yang tumbang. Para operator jasa angkutan umum yang ditemui KH mengaku, ramainya kegiatan kepariwisataan tersebut tidak berpengaruh terhadap peningkatan pendapatan angkutan umum yang beroperasi di jalur-jalur tempat wisata.

“Wisatawan banyak yang menggunakan kendaraan pribadi. Jarang ada wisatawan yang menggunakan transportasi umum yang ada,” kata Wagino (58), sopir minibus jurusan Wonosari-Baron di tempat mangkal di utara eks Terminal Wonosari di Baleharjo, Sabtu (14/02/2015).

Ia menjelaskan, saat ini penumpang angkutan umum jurusan Wonosari – Baron sebagian besar didominasi para pedagang dan pelajar. “Penumpang sepi. kami para sopir kesulitan untuk membayar setoran,” ujarnya.

Sementara itu, Kuncoro, Kabid Transportasi Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) mengaku, pihaknya belum bisa memberikan solusi untuk keberadaan angkutan jurusan Wonosari-Baron. Ia memaparkan, banyaknya penggunaan kendaraan pribadi di Gunungkidul menjadi salah satu faktor menurunnya pendapatan operator angkutan umum.

Pihak Dishubkominfo Gunungkidul mengaku, pengangkutan untuk kegiatan kepariwisataan di Gunungkidul lebih banyak ditopang dengan sarana kendaraan pribadi baik mobil mapun sepeda motor dan bus pariwisata. “Sekarang justru operatur bus pariwisata yang merasakan perkembangan kegiatan wisata,” ucapnya.

Ia menambahkan saat ini pihaknya sedang berkoordinasi untuk perubahan trayek yang ada. Salah satunya juga akan membahas operator angkutan umum yang mengalami penurunan penumpang. “Pembahasan sedang dilakukan, agar operator bus tidak semakin terpuruk, karena sepinya penumpang,” tandas Kuncoro. (Atmaja)

Berbagi artikel melalui:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Komentar

Komentar