Pantai Timag, Gesing dan Goa Jomblang Segera Ditarik Retribusi

Pemandu sedang mengantar wisatawan menyeberang melewati jembatan gantung di Pantai Timang. KH/ Kandar.

GUNUNGKIDUL, (KH),– Guna memaksimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pariwisata Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) akan melakukan penarikan retribusi terhadap sejumlah tempat wisata yang saat ini belum diberlakukan pungutan retribusi.

Saat ditemui, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Gunungkidul, Sariyanto, Senin, (11/9/2017) mengatakan, Pemkab berencana akan memberlakukan retribusi tiga destinasi wisata yang sudah memiliki tingkat kunjungan tinggi.

“Saat ini masih menunggu peraturan bupati (Perbup) sebagai petunjuk pelaksana teknis penarikan retribusi di tiga destinasi wisata yang hingga saat ini belum dilakukan pungutan retribusi,” katanya.

Tiga destinasi wisata diantaranya Pantai Timang yang terletak di Desa Purwodari, Kecamatan Tepus, Pantai Gesing yang berada di Desa Girikarto, Kecamatan Panggang dan Goa Jomblang yang berada di Kecamatan Semanu, Kabupaten Gunungkidul.

Sariyanto berharap, peraturan bupati sebagai petunjuk pemungutan retribusi diharapkan segera selesai. Hal tersebut perlu segera dilakukan karena Pemkab menilai fasilitas sarana dan prasarana penunjang wisata di tiga destinasi wisata tersebut sudah memenuhi syarat untuk dapat ditarik retribusi.

“Penarikan retribusi di tiga destinasi wisata tersebut dapat menambah pendapatan asli daerah dari sektor wisata,” terangnya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pariwisata Kabupaten Gunungkidul, Hari Sukmono memaparkan, pendapatan asli daerah pada tahun 2016 dari sektor wisata di Kabupaten Gunungkidul mencapai Rp. 24,3 Milyar.

“Sedangkan pada tahun 2017 ini Pemkab Gunungkidul mematok target mampu memperoleh Rp. 24,9 Milyar dari sektor wisata,” ujar Hari.

Ditambahkan, Pihaknya optimis target yang ditetapkan akan tercapai. Sebab, hingga awal bulan September tahun ini berdasarkan data yang ada, sektor pariwisata Kabupaten Gunungkidul sudah menyumbang PAD sebanyak Rp. 20,3 Milyar. (Wibowo)

Berbagi artikel melalui:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Komentar

Komentar