Panik, Korban Berjatuhan, Tergambar Di Simulasi Kebakaran RSUD Wonosari

Pelaksanaan simulasi bencana gempa yang disusul bencana kebakaran. KH/ Wibowo.

WONOSARI, (KH),– Delapan instansi eksternal dan ratusan karyawan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wonosari mengkuti simulasi bencana gempa yang disusul kebakaran, Kamis, (7/12/2017). Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangka memenuhi standar akreditasi dan standar fasilitas keselamatan RSUD Wonosari.

Dalam pelaksanaan, tergambar situasi panik. Karyawan RSUD berusaha menyelamatkan para pasien agar tidak menjadi korban bencana. Usai mengikuti jalanya simulasi, Direktur RSUD Wonosari, Heru Sulistyowati mengatakan, pelatihan simulasi bencana baik bencana alam, kebakaran, dilakukan setiap tahun.

“Kegiatan tersebut bagian dari mitigasi bencana di lingkungan rumah sakit dan pelayanan publik,” jelasnya. Secara rinci disebutkan, simulasi penanganan bencana melibatkan sebanyak 198 karyawan RSUD Wonosari dan 8 instnasi eksternal meliputi kepolisian, pemadam kebakaran, Gunungkidul Emergency Service (GES), koramil, BPBD, Dinas Kesehatan dan Satuan Polisi Pamong Praja.

Bersamaan, Manajer Pusat Pengendalian dan Operasi (Pusdalops) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul Marno mengungkapkan, RSUD memiliki potensi bencana yang sangat tinggi seperti kebakaran.

“Karena RSUD banyak menyimpan obat-obatan dan bahan kimia yang mudah terbakar,” tegas Marno. Kendati merupakan simulasi, seluruh karyawan RSUD Wonosari mengikuti acara tersebut dengan serius. Dalam peristiwa itu itu disebutkan ada 20 korban. Sebanyak tiga korban meninggal dunia, 5 korban mengalami  luka berat, 7 luka sedang dan 5 korban luka ringan. (Wibowo)

Berbagi artikel melalui:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Komentar

Komentar