Panen Cabai Menurun, Harga Anjlok

Ilustrasi petani cabai gagal panen. sumber: ist.

WONOSARI, (KH),– Petani mengeluhkan sulitnya pemenuhan air bagi tanaman cabainya. Dampak dari musim kemarau tersebut membuat mulai menurunya hasil panen. Bahkan kekeringan dampak musim kemarau di Kabupaten Gunungkidul juga mengakibatkan para petani mengalami gagal panen.

Salah satu petani cabai, warga Wonosari, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Wito Mulyo mengatakan, untuk mengurangi dampak kekeringan, para petani terpaksa membeli air dari tangki swasta seharga Rp. 150 ribu pertangki guna menyiram tanaman cabai.

Wito menuturkan, banyak tanaman cabai milik warga mati mengering karena kekurangan air. Selain itu, harga jual cabai yang rendah juga dikeluhkan para petani di sejumlah wilayah.

“Jika kebutuhan air terpenuhi dengan baik, dari kebun cabai milik saya mampu menghasilkan 2 kuintal cabai dalam sekali panen. Namun kali ini hanya mampu memanen sebanyak 60 kilogram cabai dalam sekali petik,” ujar Wito mengeluh.

Terkait penurunan harga,Wito menyebut diakibatkan salah satunya karena menurunya kualitas cabai. Satu kilogram cabai ditingkat petani hanya dijual seharga Rp. 6 ribu setiap kilogramnya.

“Sebenarnya harga normal cabai di pedagang bisa mencapai 15 ribu setiap kilogramnya,” ulas dia.

Sebagaimana Wito, petani cabai lainnya, Parni merasakan hal yang sama, pihaknya berharap hujan segera turun. Dengan turunnya hujan tanama cabai milik para petani bisa tumbuh maksimal.

“Agar petani tidak semakin merugi akibat rendahnya harga, yang salah satunya dampak dari musim kemarau panjang,” tutur Parni. (Wibowo)

Berbagi artikel melalui:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Komentar

Komentar