Nyadran Desa Ngalang, Wisata Budaya Magnet Bagi Wisatawan

Berbagi artikel melalui:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Pelaksanaan upacara Nyadran. KH/ Hari.

GEDANGSARI, (KH)— Menyelenggarakan upacara Nyadran, ratusan warga padati kaki Gunung Gentong tepatnya di selasar situs cagar budaya petilasan Prabu Brawijaya ke V di Padukuhan Manggung, Desa Ngalang, Kecamatan Gedangsari, Selasa kliwon (25/04/2017).

Acara ini dihadiri Dari Dinas Pariwisata Kabupaten Gunungkidul, Dinas Kebudayaan Kabupaten Gunungkidul, Dinas Pariwisata DIY, Dinas Kebudayaan DIY dan Muspika Kecamatan Gedangsari.

Sejak pagi masyarakat berkumpul di area Nyadran menunggu rombongan kirab yang berjalan menuju lokasi . Mulai dari anak kecil hingga orang tua, terdapat pula wisatawan yang ikut menyaksikan acara Nyadran tahun ini.

Bertolak dari Balai Desa Ngalang warga masyarakat membawa hasil panen mereka menggunakan jodhang menuju ke lokasi Upacara Adat Gadean Gunung Gentong yang berjarak sekitar 3 km. Dengan cara dipikul masyarakat berjalan kaki melewati rute dengan kondisi jalan yang menanjak dan curam.

Para pembawa hasil panen tersebut tidak boleh beristirahat atau berhenti sebelum sampai di watu lincip. Setelah sampai di watu lincip para pembawa hasil panen telah ditunggu oleh Pamong Desa, Tokoh Masyarakat serta disambut dengan kesenian Jathil.

Setelah beristirahat sejenak Jodhang kemudian diarak menuju ke lokasi upacara untuk diserahkan kepada panitia atau sekumpulan sesepuh pelaksanan upacara adat. Selanjutnya digelar doa bersama, lalu bahan makanan dibagikan kepada warga masyarakat dan tamu undangan yang hadir di acara tersebut.

Kegiatan tersebut sudah berlangsung turun-temurun sejak lama. Diyakini, petilasan pernah disinggahi Prabu Brawijaya V bersama prajuritnya ketika dalam pelarian. Lantas sebagian diantara mereka kemudian menjadi cikal bakal masyarakat Ngalang. Tradisi ini juga dianggap sebagai bentuk penghormatan warga kepada leluhur.

Kepala Desa Ngalang Kaderi mengatakan, acara nyadran tahun ini lebih meriah dari tahun sebelumnya, hal ini bisa dilihat dari antusiasme masyarakat untuk ikut menyemarakkan acara. Mereka rela menunggu sejak pagi sampai dengan selesai acara tetap berada di lokasi.

“Semoga kedepan masyarakat semakin sejahtera dalam berbagai aspek, dan tidak meninggalkan adat tradisi yang harus tetap dilestarikan sebagai warisan budaya kepada anak cucu,” jelas Kaderi.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Karang Taruna Desa Ngalang, Eko Hardiyanto mengajak kepada semua generasi muda khususnya di Desa Ngalang untuk ikut menjaga kelestarian adat budaya yang dimiliki. Menurutnya, generasi muda memiliki kewajiban menjaga kekayaan adat tradisi dan budaya di desa Ngalang

“Momentum Nyadran menjadi wisata budaya yang menarik minat para wisatawan baik lokal maupun mancanegara untuk datang ke kawasan destinasi wisata Gunung Gentong Gedangsari Gunungkidul (4G). Kami berharap pada tiap tahun pelaksanaan Nyadran dapat terus meningkat baik peserta maupaun warga luar yang ingin menyaksikan,” harapnya. (Hari)

Komentar

Komentar