Nasib Angkudes Jurusan Semin dan Ponjong Juga Kian Merana

Angkudes Wonosari-Semin dan Wonosari-Ponjong lebih banyak waktu nongkrong di Terminal Wonosari. Foto: Atmaja.
Angkudes Jurusan Semin dan Ponjong lebih banyak waktu nongkrong di Terminal Wonosari. Foto: Atmaja.

WONOSARI,(KH)— Keberadaan angkudes yang beroperasi dahulu bisa disebut sebagai tulang punggung warga untuk berpergian dari satu tempat ke tempat yang lain. Kini, keberadaan angkudes tampaknya semakin tersisihkan, meskipun mobilitas warga semakin meningkat.

Pantauan KH perempatan Selang dan di Terminal Dhaksinarga Wonosari, para sopir angkudes jurusan Semin-Wonosari maupun Ponjong-Wonosari lebih banyak melamun di pangkalan dan terminal karena sepinya penumpang. Sebagian besar sopir mengungkapkan pendapatnya, warga lebih memilih menggunakan sepeda motor dan mobil pribadi untuk bepergian, ini salah satu penyebab sepinya penumpang angkutan umum.

“Sekarang anak SMP saja sudah membawa sepeda motor untuk pergi ke sekolah. Tidak seperti dahulu anak sekolah SMA baru diperbolehkan membawa sepeda motor,” kata Giyono, sopir angkudes jurusan Wonosari-Ponjong, Jumat (13/3/2015).

Ia menceritakan, saat ini untuk dapat memperoleh setoran sebesar Rp 50 ribu dalam waktu sehari sangat sulit. Untuk mengoperasikan minibus angkudesnya, Giyono memilih untuk tidak menggunakan kernet, karena untuk mengurangi pengeluaraan operasional.

Hal senada juga dikatakan Parno, sopir angkudes jurusan Wonosari-Semin. Selain banyaknya anak-anak SMP yang sudah menggunakan sepeda motor, angkudes Semin-Wonosari juga harus bersaing dengan mobil plat hitam yang digunakan mengangkut warga pergi ke pasar.

Ia menambahkan, mobil berplat hitam yang mengangkut warga terdapat di beberapa tempat, seperti di pasar Pahing Karangmojo, Pasar Pon di Semin, dan Pasar Wage di Wonontoro. Menurutnya, hal ini semakin membuat para sopir tidak berdaya ketika penumpang maupun pedagang diangkut oleh mobil berplat hitam tersebut.

“Adanya mobil angkutan plat hitam untuk angkutan umum ini sangat merugikan kami. Harapan kami, petugas yang berwenang bisa membantu menertibkannya,” pungkasnya. (Atmaja).

Berbagi artikel melalui:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Komentar

Komentar