Musim Kemarau Diperkirakan Tiba Akhir April Awal Mei 2018

oleh
Prakiraan awal musim kemarau 2018 di DIY. Dok: BMKG

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah membuat analisis perkiraan kapan musim kemarau 2018 akan mulai terjadi. Berdasarkan analisisnya, musim kemarau wilayah DIY akan dimulai pada April Dasarian III dan Mei Dasarian I.

Melalui akun Twitternya, BMKG DIY telah memberikan informasi perkiraan tersebut pada akhir Februari 2018 lalu. Pada umumnya, musim kemarau di sejumlah wilayah di DIY mundur satu dasarian. Kecuali Kulonprogo yang meliputi Temon bagian timur, Kokap bagian timur, Wates, Pengasih, Panjatan, Lendah, Galur, Sentolo dan Nanggulan.

Musim kemarau di Kabupaten Bantul juga mundur satu dasarian, kecuali Dlingo bagian timur. Sedangkan musim kemarau di sebagian besar wilayah Gunungkidul justru maju satu dasarian, yakni di Patuk, Playen, Gedangsari dan Ngawen bagian selatan, Nglipar, Semin, Wonosari bagian utara, Karangmojo, serta Ponjong dan Semanu bagian utara.

Untuk wilayah DIY yang mulai memasuki musim kemarau April dasarian III adalah Kulonprogo, yakni Temon dan Kokap bagian timur, Wates, Pengasih, Panjatan, Lendah, Galur, Sentolo dan Nanggulan. Beberapa daerah di Gunungkidul, kecuali Kecamatan Gedangsari dan Ngawen bagian utara, juga akan memasuki kemarau pada waktu yang sama. Begitu pula seluruh kecamatan di Bantul, yang diprediksi akan memasuki musim panas pada April dasarian III.

Untuk Mei dasarian I, di Kulonprogo meliputi Temon dan Kokap bagian barat, Nanggulan bagian utara, Girimulyo, Samigaluh, serta Kalibawang. Untuk Kabupaten Sleman meliputi Moyudan, Minggir, Seyegan, Godean, Mlati, Sleman, Tempel dan Turi bagian selatan, Pakem dan Cangkringan bagian selatan, Ngaglik, Ngemplak, Kalasan, Prambanan Depok, Berbah, serta seluruh wilayah Kota Yogyakarta.

Musim kemarau 2018 umumnya bersifat normal sampai atas normal. Puncak musim kemarau DIY diprediksi akan terjadi antara Agustus dasarian I hingga Agustus dasarian III. (Red KH)

Komentar

Komentar