Musik Kreasi ‘Obah Mamah‘ Peringati Ulang Tahun Ke 1

Group Musik Kreasi Obah Mamah saat pentas di Pasar Ekologis Argowijil. foto: Septyan.

WONOSARI, (KH),– Bertepatan dengan Hari Pahlawan pada 10 November 2017 lalu, musik kreasi ‘Obah Mamah’ tepat berusia 1 tahun. Penampilannya pada peringatan Hari Pahlawan tersebut bagi mereka juga sebagai peringatan komitmen dibentuknya group musik dengan anggota yang berasal dari berbagai wilayah di Gunungkidul.

Peringatan yang diselenggarakan di Pasar Ekologis Argowijil, Desa Gari Wonosari itu dilengkapi dengan berbagai pertunjukan baik musik, tari dan teater. Rangkaian acara melibatkan kelompok-kelompok seni masyarakat, komunitas, dan institusi pendidikan. Bekerjasama dengan pengelola pasar dan Pemerintah Desa Gari, digelar pula Festival Jajanan. Produk jajanan/ olahan kuliner yang dibuat oleh warga masyarakat Desa Gari tersedia di kawasan Pasar saat berlangsungnya kegiatan.

Salah satu seniman anggota Obah Mamah, Dedi Susilo mengatakan, anggota group musik sepakat akan turut mengangkat citra baik Gunungkidul lewat lagu-lagu yang diciptakan. Meski anggota berasal dari berbagai profesi dan latar belakang serta kegiatan keseharian yang berbeda namun memiliki satu kesatuan visi dan misi agar Gunungkidul semakin maju, berkembang dan semakin dikenal oleh masyarakat luas.

“Lagu-lagu yang kami ciptakan sendiri sebagian besar bertema hal-hal yang berkaitan erat dengan Gunungkidul. Diharapkan dapat turut mengangkat potensi lokal masyarakat Gunungkidul,” harap Dedi.

Selama satu tahun berdiri, Obah Mamah telah belasan kali tampil ditengah-tengah masyarakat baik di lokal maupun luar Gunungkidul. beberapa diantaranya; tampil pada acara Sastra Berbukit Bintang 2 di Pendapa Sewakapraja, Wonosari, Pembukaan Pentas Wayang Orang Panca Budaya Yogyakarta di Kecamatan Semin, Festival Kesenian Yogyakarta ke- 29 Alun-alun Wonosari dan masih banyak lagi.

Lebih jauh disampaikan, peringatan usia ditahun pertama ini sengaja dipilih pasar sebagai lokasi pementasan, alasannya agar Obah Mamah semakin lebih dekat lagi  dengan masyarakat.

“Selain itu juga merupakan pesan pentingnya menjaga pasar, sebab bagi kami pasar merupakan tempat berkumpulnya para pahlawan ekonomi, pejuang devisa yang turut menopang perekonomian suatu negara,” papar Dedi.

Pemilihan pasar sebagai area pentas juga tak lepas dari kenyataan bahwa pasar merupakan tempat bertemunya masyarakat dari berbagai tingkatan strata sosial dan ekonomi, namun melebur dalam interaksi yang humanis. (Kandar)

Berbagi artikel melalui:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Komentar

Komentar