Muncul Komplain Jual Sawo Mentah, Begini Jawaban Pedagang

Margono, salah satu pedagang buah di jl. Yogya- Wonosari, Patuk, Gunngkidul. KH/ Kandar

PATUK, (KH)— Adanya komplain dari para pembeli yang mendapat buah mentah dari pasar buah di ruas jl Wonosari-Yogya atau tepatnya di Padukuhan Kerjan, Desa Beji, Kecamatan Patuk ditanggapi pedagang.

Pernyataan pembeli bahwa pedagang menjual buah mentah khususnya buah sawo dibenarkan. Pedagang memang mengaku menyediakan buah sawo kondisi matang dan mentah. Bahkan saat pedagang mendapat setoran dari tengkulak semua buah dalam kondisi mentah.

“Tetapi sudah cukup umur untuk dipetik, sawo merupakan buah yang mudah matang, sehingga kalau belanja buah dalam kondisi matang resiko rugi lebih tinggi, karena apabila terlalu lama dipajang dapat membusuk,” terang Margono salah satu penjual buah, Rabu, (15/2/2017).

Ditegaskan, sejak dibeli dari tengkulak buah dalam kondisi mentah selama dipajang di lapak sebagian pasti berubah menjadi matang. Dalam melayani pembeli buah pihaknya selalu memberi kebebasan untuk memilih apakah buah matang atau mentah, serta ada pula yang hampir matang.

Lanjutnya, Apabila ada yang menginginkan langsung dikonsumsi habis maka dipersilahkan memilih buah yang dibeli semua dalam kondisi matang. Berbeda bagi wisatawan yang membeli dengan tujuan sebagai oleh-oleh maka dengan sendiri akan memilih buah dengan kondisi mentah atau hampir matang.

“Memang begitu apabila tidak langsung dimakan habis dalam sehari atau dua hari, maka supaya awet ada yang sengaja meminta mentah. Pembeli dapat menyesuaikan sendiri-sendiri,” terang Margono.

Sambung Margono, dirinya mengklaim selalu melayani sesuai permintaan, jika pembeli mengiginkan buah matang maka tidak akan berani memberikan buah mentah. Jika ada pembeli yang mengaku mendapat buah mentah merupakan ketidaksengajaan semata.

“Ada juga yang komplain selang beberapa hari tidak kunjung matang, hal tersebut dapat dipengaruhi oleh beberapa hal, salah satunya karena dibawa menggunakan mobil ber AC. Jelas, hal itu membuat buah sulit berubah menjadi matang,” ulasnya.

Pedagang buah sejak tahun 2000-a ini menambahkan, alangkah lebih baik agar buah dibungkus plastik atau kardus rapat-rapat supaya lekas matang. Margono lagi-lagi memastikan bahwa selalu melayani pembeli sesuai permintaan.

“Silahkan dikira-kira sendiri, sesuaikan pilihan apakah langsung dimakan habis atau supaya awet hingga tiga atau lima hari,” tandasnya.

Untuk diketahui, khususnya dagangan buah sawo yang dijual Margono dan penjual lain di kawasan ini merupakan skiriman dari para tengkulak yang langsung membeli dari pemilik kebun atau pohon sawo di Gunungkidul. Ada diantaranya dari Saptosari, Nglipar, Tanjungsari, Semin, Karangmojo, dan lainnya. Melengkapi dagangan buah ia juga menyediakan berbagai oleh-oleh, ada krecek, manggleng, gatot, dan aneka olahan berbahan ketela serta produk lokal lainnya. (Kandar)

Berbagi artikel melalui:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Komentar

Komentar