Momentum 10 Oktober, IMAJI Gelar Edukasi Kesehatan Jiwa

Kegiatan Edukasi Kesehatan Jiwa oleh IMAJI bersama Dinas Pendidikan Pemuda Dan Olahraga Kabupaten Gunungkidul pada peringatan Hari Kesehatan Jiwa Sedunia. KH/ Bara.

WONOSARI, (KH),– Yayasan Inti Mata Jiwa (IMAJI) mengajak masyarakat luas memahami kesehatan jiwa merupakan bagian dari kesehatan masyarakat. Hal tersebut terus digelorakan IMAJI.

Sebagaimana pada peringatan Hari Kesehatan Jiwa sedunia yang jatuh pada Selasa, (10/10/2017), IMAJI bekerjasama dengan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahrga (Disdikpora) Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menggelar kegiatan ‘edukasi kesehatan jiwa’ bersama murid dan guru Bimbingan Konseling (BK) SMP di Kabupaten Gunungkidul.

Sebagaimana disampaikan Koordinator Pengembangan Sumber Daya Manusia, Yayasan Imaji, Wahyu Hidayat, dalam eduksi kesehatan jiwa, siswa SMP diberikan materi tentang pengenalan diri dan deteksi dini yang erat dengan kesehatan jiwa.

“Hal tersebut diberikan karena siswa SMP menjadi salah satu kelompok umur yang rentan dengan depresi yang berujung pada permasalahan kesehatan jiwa,” tuturnya.

Sebagaimana diketahui, Depresi menjadi tema Hari Kesehatan Jiwa sedunia yang ditetapkan World Health Organization (WHO) pada peringatan Hari Kesehatan Jiwa kali tahun ini.

Sementara itu, Koordinator Bidang Medis dan Psikologi, Yasasan IMAJI, dr. Ida Rochmawati mengungkapkan, pihaknya mengajak masyarakat, guru dan para murid untuk memahami depresi.

Pengenalan depresi tersebut bisa dilakukan melalui diri sendiri dan orang lain melalui penglihatan atau mengajarkan kepada masyarakat agar lebih peka terhadap lingkungan social yang berbeda atau mengalami perubahan.

“Serta bersedia mendengarkan keluh kesah orang lain, kemudian menghubungkannya kepada pihak yang berkompeten mengenai tanda-tanda yang telah diketahui. Hal tersebut dilakukan agar dapat diambil tindakan yang tepat,” ujar Ida disela kegiatan yang digelar di Gedung Guru, Wonosari itu.

Dihadapan 50 an peserta kegiatan edukasi kesehatan jiwa, Ida mengatakan, bahwa bahaya depresi cukup nyata. Sesuai dengan riset yang dilalukan oleh WHO, depresi pada tahun 2020 mendatang akan menjadi penyakit mematikan kedua setelah penyakit jantung dan kardiovaskuler,” ungkap Ida.

Pada kesempatan tersebut IMAJI sebagai yayasan yang fokus pada upaya prefentif dan promotif peningkatkan kesehatan  jiwa masyarakat terus mengajak untuk mengenali tanda-tanda depresi.

IMAJI dan Disidkpora Gunungkidul berharap, gangguan kesehatan jiwa yang lebih serius bisa dihindari dengan adanya kesadaran masyarakat bahwa kesehatan jiwa menjadi bagian penting dari kesehatan masyarakat. (Wibowo)

Berbagi artikel melalui:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Komentar

Komentar