MIN 4 Gunungkidul Raih Penghargaan Sekolah Adiwiyata Nasional 2017

kepala MIN 4 Gunungkidul, Ria Ali Wardana dan Ketua Tim Adiwiyata Madrasah Muh. Widodo seusai menerima penghargaan sekolah Adiwiyata nasional 2017. foto: MIN 4 Gunungkidul.

GUNUNGKIDUL, (KH),– Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 4 Gunungkidul, Kamis 21 Desember 2017 menerima penghargaan sebagai Sekolah Adiwiyata Nasional Tahun 2017 dari Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan pada acara Gebyar Generasi Muda Indonesai Bela Lingkungan (Gemilang) di Jakarta.

MIN 4 Gunungkidul merupakan satu-satunya SD/MI di Gunungkidul yang ditetapkan sebagai Sekolah Adiwiyata Tingkat Nasional pada Tahun 2017.

Ketua Tim Adiwiyata Tingkat Madrasah, Muh. Widodo, mengatakan, perjalanan MIN 4 Gunungkidul dalam melaksanakan program Adiwiyata dimulai sejak tahun 2014. Lantas tahun 2015 sekolah yang dulu bernama MIN Wonosari ini ditetapkan sebagai sekolah adiwiyata tingkat kabupaten.

“Pada tahun 2016 kami lolos sebagai sekolah Adiwiyata tingkat Daerah Istimewa Yogyakarta dengan mendapat nilai terbaik,” terangnya.

Muh. Widodo menambahkan, program Adiwiyata di MIN 4 Gunungkidul mempunyai tujuan untuk mewujudkan warga madrasah yang bertanggung jawab dalam upaya perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup melalui tata kelola madrasah yang baik untuk mendukung pembangunan berkelanjutan.

Sambung dia, program Adiwiyata ditempuh dengan melaksanakan 4 komponen sebagai satu kesatuan yang utuh yaitu Kebijakan Berwawasan Lingkungan, Pelaksanaan Kurikulum Berbasis Lingkungan, Kegiatan Lingkungan Berbasis Partisipatif, dan Pengelolaan Sarana Pendukung Ramah Lingkungan.

Sementara itu, Kepala MIN 4 Gunungkidul, Ria Ali Wardana menjelaskan, program kegiatan yang sudah berjalan sebagai wujud sekolah Adiwiyata antara lain; mengintegrasikan kepedulian terhadap lingkungan pada mata pelajaran yang diajarkan di madrasah, melatih siswa untuk belajar menanam dan merawat tanaman, melatih siswa membuat pupuk dari bahan organik.

“Selain itu juga mengupayakan pengurangan sampah plastik dengan slogan ‘Hartatik’ yakni hari-hari tanpa sampah plastik dengan cara mewajibkan siswa membawa wadah makan sendiri ketika jajan di kantin madrasah,” urai Ali.

Lebih jauh Ali mengungkapkan, warga madrasah juga aktif dalam kegiatan penanaman pohon di kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) yang tidak jauh dari lokasi madrasah, menebar benih ikan, serta mengikuti kegiatan bersih-bersih sampah di daerah wisata Gunungkidul.

“Semoga siswa MIN 4 Gunungkidul mampu memberikan kontribusi, dan menjadi aset juga pelopor dalam menjaga kelestarian lingkungan hidup khususnya di Kabupaten Gunungkidul,” harapnya. (Kandar)

Berbagi artikel melalui:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Komentar

Komentar