Meriahnya Festival Meriam Bambu Ala Warga Di Pinggir Sungai Oya

oleh
Festival meriam bambu di pinggir Sungai Oya di Desa Beji. foto: ist.

PATUK, (KH),– Mengisi bulan Ramadhan dengan cara unik dilakukan warga dua padukuhan di Desa Beji, Kecamatan Patuk. Warga di Padukuhan Beji dan Jelok menggelar festival meriam bambu beberapa waktu lalu.

Panitia lomba atau festival, Sutarta mengatakan, pemilik meriam bambu atau biasa disebut Long Bumbung dengan suara ledakan paling keras yang dipilih menjadi pemenang. Panitia menggunakan alat khusus untuk mengukur volume suara meriam-meriam itu.

Dijelaskan, Long Bumbung terbuat dari batang bambu dengan ukuran yang besar. Sekat pada ruas bambu bagian dalam dihilangkan kecuali di bagian pangkal. Kemudian di bagian pangkalnya pada dinding bambu dibuat lubang kecil yang berfungsi untuk menuang bahan bakar sekaligus untuk menyulut meriam agar mengeluarkan suara ledakan.

“Rata- rata meriam bambu dapat menghasilkan suara ledakan hingga 86 desibel,” katanya disela pelaksanaan festival meriam bambu.

Tidak mengenal usia, mulai dari orang tua hingga anak – anak tumpah ruah di lokasi lomba, yakni berada di pinggir Sungai Oya. Mereka lantas beramai-ramai membunyikan meriam.

Selain sebagai kegiatan mengisi waktu menjelang buka puasa, festival meriam bambu ini juga sebagai sarana untuk melestarikan tradisi atau permainan zaman dulu yang kini sudah banyak ditinggalkan.

Dalam lomba tersebut 3 pemilik meriam dengan suara ledakan paling keras dipih sebagai pemenang. Panitia menyebutkan, lomba digelar juga bersamaan dengan tradisi Selikuran atau jelang 10 hari terakhir Bulan Ramadhan.

Salah satu peserta lomba, Budi, mengaku senang mengikuti lomba yang digelar. “Membuat dan membunyikan meriam bambu sudah jarang dilakukan,” ujarnya. (Kandar)

Komentar

Komentar