Merasa Tak Pantas, Buruh Harian Mundur Sebagai Penerima PKH

oleh
Subadri bersama istrinya menunjukkan Surat Pernyataan mundur dari KPM PKH. KH.

GEDANGSARI, (KH),–Merasa tidak layak lagi, warga Dusun Manggung, Desa Ngalang, Kecamatan Gedangsari, Sri lestari mengundurkan diri sebagai Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH).

Sri Lestari didampingi suaminya, Subadri menandatangani dan menyerahkan surat pernyataan mundur dari program PKH Jum’at, (19/7/2019) lalu. Dalam Surat Pernyataan juga dibubuhkan tanda tangan pendamping PKH kecamatan setempat, Danica. M sebagai saksi.

“Di luar sana banyak yang masih membutuhkan bantuan tersebut dibandingkan kami,” kata Subadri.

Keseriusannya untuk tak lagi memperoleh bantuan dari pemerintah tersebut ia tegaskan bukan karena dirinya merasa kaya. Pun tak ada niat untuk menyombongkan diri atau bahkan mencari sensasi.

“Tak ada desakan pula, semua ini murni dari keinginan hati serta kesepakatan keluarga,” imbuh Subadri.

Tak banyak orang yang berani mengambil sikap bijaksana seperti keluarga Subadri. Ia benar-benar rela berhenti menerima kucuran bantuan berupa uang setiap periode bulan tertentu dari pemerintah.

Subadri tak mau memanipulasi keadaan. Meski berlatarbelakang sebagai petani serta buruh harian lepas kondisi bangunan rumahnya telah mengalami banyak perubahan. Sehingga tak sesuai lagi masuk ke dalam kriteria penerima PKH.

“Rumah berlantai keramik sudah tidak masuk kriteria sebagai penerima PKH, kebetulan rumah saya sudah berkeramik,” sambung Subadri lagi.

Dalam waktu dekat, dirinya akan menjadi salah satu nara sumber pada agenda pertemuan KPM PKH di kantor kecamatan setempat. Dalam kesempatan tersebut terdapat sesi deklarasi pengunduran diri sebagai KPM PKH.

Sementara itu, terpisah, Koordinator PKH Kabupaten Gunungkidul, Herjun mengungkapkan, hingga Juni 2019 setidaknya ada 581 KPM PKH yang graduasi sejahtera mandiri atau lepas dari bantuan sosial (Bansos) yang diterima. (Setyaningsih)

Komentar

Komentar