Menyita dan Merazia Handphone Anak di Era Digital Itu Sia-sia

oleh
Ilustrasi razia handphone. Sumber: internet
Ilustrasi razia handphone. Sumber: internet

WONOSARI, (KH)– Tumbuh kembang seorang anak di era digital tak bisa lepas dari perkembangan alat komunikasi. Gadget dan handphone pintar telah menjadi bagian yang biasa dikonsumsi oleh anak-anak setiap harinya.

Berbagai konten yang beredar di internet begitu mudah diakses oleh anak-anak hingga akhirnya menyebabkan kekuatiran bagi orang tua. Tak jarang orang tua sering menyita handphone anak, bahkan pihak sekolah juga sering merazia handphone milik siswa untuk mengetahui adanya konten dan dokumen di dalam alat komunikasi tersebut.

Namun menurut Muzayin Nazarudin, seorang pakar literasi media sekaligus Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi UII Yogyakarta dalam sebuah seminar yang diselenggarakan Ikatan Guru Indonesia (IGI) di Wonosari beberapa waktu lalu menjelaskan, bahwa menyita handphone anak di rumah atau pun di sekolah adalah hal yang sia-sia. Hal tersebut dinilai tidak efektif untuk membuat anak-anak meninggalkan konten-konten yang belum pantas baginya di internet.

Ia juga berpendapat, orang tua dan guru tidak mungkin bisa membendung kehadiran media digital semacam internet di era modern semacam ini. Oleh karenanya diperlukan beberapa cara yang lebih tepat bagi orang tua dan guru untuk membimbing anak-anak dalam menggunakan handphone.

Muzayin menguraikan, langkah pertama yang harus ditempuh orang tua adalah mencoba memasuki dunia digital itu sendiri agar lebih tahu berbagai perkembangan dunia komunikasi dan internet, perilaku-perilaku baru dalam masyarakat, serta mengetahui isu-isu terkini.

Setelah itu orang tua harus bisa berbagi ilmu tentang perkembangan teknologi ini dengan anak agar perhatian dan pengawasan ini bisa membahagiakan anak. Selain itu, dewasa ini tingkat kemampuan anak dalam menguasai teknologi lebih pandai bila dibandingkan orang tua, sehingga dengan saling berbagi tentang teknologi orang tua bisa mengetahui tentang berbagai konten yang disukai anak-anaknya.

Salah satu hal penting dalam literasi media baru adalah menyadari perilaku yang dilakukan anak, serta menyadarkan akan dampak atau konsekuensi perilaku tersebut pada diri sendiri, keluarga, teman, serta orang lain. Hal ini sebaiknya disampaikan dengan model interaktif dan diaplikasikan pada peristiwa atau kasus nyata yang terjadi.

Media baru di dalam internet telah membuat anak-anak minim pengalaman dalam dunia nyata. Maka orang tua perlu menuntun anak untuk menikmati dunia nyata seperti berbagi dengan tetangga serta tolong-menolong dalam kehidupan sehari-hari.

Muzayin memberikan sebuah kesimpulan, bahwa mengontrol anak dalam menggunakan handphone harus dilakukan dengan jalan menyelami dunia media di internet serta menjadi teman bagi anak dalam menggunakan handphone. Hal ini dilakukan agar orang tua bisa menyimak dan mengambil pelajaran bersama anak dari berbagai media di internet.

Dengan cara itu orang tua lebih bisa mengontrol penggunaan handphone milih anak. Dengan cara itu pula, orang tua juga berkesempatan untuk membuat perjanjian dengan anak tentang konten-konten yang tidak perlu dibuka atau sebaliknya. (S.Yanto).

Komentar

Komentar