Menkes Ajak masyarakat Berhenti BABS

Menkes RI, Prof.Dr. dr. Nila Djuwita F. Moeloek didampingi Camat Patuk, Haryo Ambar Suwardi. KH
Menkes RI, Prof.Dr. dr. Nila Djuwita F. Moeloek didampingi Camat Patuk, Haryo Ambar Suwardi. KH

PATUK, (KH)— Menteri Kesehatan (Menkes) Prof. Dr. dr. Nila Djuwita F. Moeloek, SpM (K), mengajak masyarakat untuk tidak lagi melakukan kebiasaan tidak sehat yakni buang air besar sembarangan (BABS) karena rentan terhadap penularan penyakit.

Pada kesempatan pelaksanaan Deklarasi Stop Buang Air Besar Sembarangan (BABS), Rabu, (26/10/16) di Nglanggeran, Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunungkidul, ia mengatakan, tujuan menghentikan kebiasaan BABS untuk menekan penularan penyakit.

“Sebaiknya dilaksanakan kerjasama lintas sektor, kalau perlu pemerintah membangun sanitasi umum sehingga perilaku BABS bisa ditekan,” ujarnya. Dia juga meminta kepada masyarakat secara swadaya mengupayakan kakus atau jamban secara mandiri sehingga berdampak pada peningkatan kesehatan.

Pada kesempatan tersebut camat dari 18 kecamatan yang hadir sepakat dan berkomitmen untuk terus mengupayakan agar perilaku BABS di wilayahnya masing-masing tidak ada lagi. Seperti yang telah dicapai oleh kecamatan Patuk, perilaku BABS berhasil dihilangkan 100 persen.

“Kami bersyukur semua desa di Kecamatan Patuk sudah Stop BABS, kesadaran masyarakat dalam hal ini cukup tinggi,” ungkap R Haryo Ambar Suwardi, Camat Patuk.

Menurutnya hal tersebut berkat dukungan yang luar biasa dari UPK setempat, serta ditambah lagi dengan dukungan Forum Mahasiswa Se Kecamatan Patuk.

Disela kunjungan, Menkes sempat meninjau destinasi wisata Embung Nglanggeran, ia mengaku turut bangga dengan daerah yang dikenal di luar sebagai wilayah kekurangan air ternyata memiliki destinasi wisata berbasis air yang indah.

Selain itu ia juga mengunjungi Taman Teknologi Pertanian (TPP), sebuah gedung di sebelah barat embung Nglanggeran yang dimanfaatkan untuk diseminasi, pusat pengolahan kakao dan susu kambing (pabrik mini), sekaligus sebagai geray, inonasi hidroponik sayuran, screen field bunga krisan dan beberapa inovasi teknologi potensi lokal lainnya. (Kandar)

Berbagi artikel melalui:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Komentar

Komentar