Menjelang Ujian Pilih Piknik, Elsa Raih Peringkat Pertama UN SMP DIY

Berbagi artikel melalui:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Elisabeth Maria Indah Feiranti siswi SMP 1 Wonosari peraih nilai UN tertinggi se DIY. KH/ Kandar.

WONOSARI, (KH),– Jamak diketahui, sebuah pencapaian bukan merupakan suatu kebetulan, namun harus dipersiapkan jauh-jauh hari. Tidak instan, akan tetapi melalui proses perjuangan yang panjang. Kiranya demikian ungkapan yang pas bagi peraih nilai tertinggi Ujian nasional (UN) SMP se DIY, Elsa (15).

Siswi SMP N 1 Wonosari ini mengaku memang telah menggantungkan cita-cita tersebut sejak awal naik ke kelas 3. Putri pasangan guru ini mengatakan, mimpi memiliki nilai tertinggi se DIY lebih mantap ingin digapai setelah menjuarai olimpiade IPA Nasional.

“Setelah mendapat juara pada olimpiade IPA saya sudah mendapat jaminan masuk di sekolah Kesatuan Bangsa Bilingual Boarding School. Sehingga saya membuat target lain yakni memiliki nilai UN tertinggi,” tuturnya saat ditemui di kediamannya Jl. Mayang No. 65 Gadungsari, Wonosari, Kamis, (1/6/2017).

Pemilik nama lengkap Elisabeth Maria Indah Feiranti ini, kepada KH berbagi metode belajarnya sehingga mampu memperoleh nilai terbaik. Putri pasangan Arif Imanudin (48) dan Emi Susanti (48) ini, mengaku lebih memilih belajar secara rutin, bukan menumpuk agenda belajar saat ujian telah mepet.

“Ketika menjelang hari H saya lebih memilih piknik di lokasi yang tidak terlalu jauh. Saya juga ajak keluarga untuk mengurangi penat selama belajar,” tukasnya.

Selain piknik, untuk mengurangi letih belajar dirinya juga suka meluangkan waktu memainkan biola kesayangannya. Dirinya tidak risau, penurunan intensitas aktivitas belajar sengaja dilakukan karena persiapan mengenai penguasaan materi dianggap cukup.

“Malah jangan terlalu dipikirkan, hasil nggak mungkin menghianati sebuah upaya dan kerja keras. Kelak saya ingin menjadi arsitektur,” jawab Elsa ketika ditanya mengenai pilihan profesi dimasa depan.

Selain upayanya secara mandiri, orang tua juga memiliki peran penting terhadap keberhasilan Elsa. Dukungan keduanya cukup banyak memberikan andil. Sebagaimana disampaikan Ayah Elsa, Arif Imanudin, perintah agar putrinya rajin belajar kerap diberikan.

“Namun wajar-wajar saja, saya tidak terlalu memaksa agar Elsa terus-terusan belajar. Saya dukung cara belajar yang dipilih. Termasuk keinginan mengikuti les dengan guru mata pelajaran di sekolah,” urai Arif.

Arif tak mempermasalahkan dirinya harus rutin mengantar Elsa mengikuti les di beberapa guru mata pelajaran. “Meski saya mengajar mata pelajaran bahasa inggris di SMK, les bersama guru bahasa inggris SMP tetap saya dukung,” imbuhnya. (Kandar)

Komentar

Komentar