Menjelang Hari Raya Idhul Fitri Harga Ternak Mengalami Penurunan

oleh
Pasar sapi sihono. Foto : Atmaja
Pasar sapi sihono. Foto : Atmaja

PLAYEN, (KH) — Menjelang hari raya Idhul fitri dan tahun ajaran siswa baru, aktivitas jual beli ternak di Gunungkidul justru menurun. Selain sepinya pembeli, harga ternak Kambing dan Sapi justru anjlok antara Rp 2 hingga 4 juta.

Seperti yang terjadi di pasar hewan Siyonoharjo Playen, sejumlah penjual ternak (Blantik) mengaku, penurunan pembeli terjadi mulai awal puasa beberapa minggu lalu. Menurut sejumlah penjual ternak, hal tersebut terjadi hingga sepekan setelah hari raya Idul Fitri.

“Terlebih musim kemarau kali ini menambah sepi pembeli yang mayoritas adalah petani, karena susah untuk mencari pakan sapi maupun kambing,” ucap Martoyo salah satu blantik asal Desa Mulo, Wonosari, Sabtu (04/07/2015).

Ia menambahkan, penurunan harga yang terjadi, lantaran beberapa ternak yang belum laku terjual hingga 1-2 minggu. “Sudah dicoba untuk banting harga dan rugi tenaga, tetapi tetap tidak laku,” imbuhnya.

Untuk jenis sapi Simetal anakan (pedet) berkisar antara Rp 7-9 juta, di mana sebulan sebelum puasa harga terendah 9 juta. Sedangkan sapi jenis Lemosin mulai Rp 7-8 juta, sebelumnya harga paling rendah antara Rp 7,5 hingga 8 juta.

Jenis sapi jawa mulai dari harga Rp 5-7,5 juta, sebelumnya rata-rata harga mencapai Rp 10 juta untuk sapi anakan. Harga yang tidak begitu mengalami penurunan adalah sapi indukan. Penurunan berkisar antara Rp 1-1,5 juta.

Menurut sejumlah penjual, harga sapi indukan masih diminati pembeli untuk dijadikan indukan. Hal yang sama juga terjadi pada aktivitas penjualan kambing yang mengalami penurunan antara Rp 200-350 ribu.

Supari salah satu penjual kambing asal Mulusan, Paliyan, mengatakan, saat memasuki puasa sudah dapat dipastikan pembeli sepi. “Seperti tahun-tahun sebelumnya, memang setiap puasa pembeli sepi, bahkan harga juga turun,” jelasnya. (Atmaja)

Komentar

Komentar