Meningkat, Panen Padi Pada Kuartal pertama 2017 Hasilkan 5-6 Ton Per Hektare

Panen raya petani di wilayah Natah, Nglipar bersama Wakil Bupati, Gunungkidul Dr Immawan Wahyudi, MH.

NGLIPAR, (KH),– Dari evaluasi yang dilakukan Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul muncul data bahwa luas tanam padi pada periode Oktober -Maret mengalami surplus. Target yang dipatok pusat sebanyak 58.244 hektar, namun realisasi dapat mencapai 58.739 hektar.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Bidang Bina Produksi Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Raharjo Yuwono, Sabtu, (20/5/2017). Disebutkan, mengenai rata-rata panen total dapat mencapai 5 ton per hektar.

“Sehingga pada kuartal pertama tahun ini diperkirakan telah mencapai 240.000 ton Gabah Kering Giling (GKG), sehingga dapat dipastikan meningkat dari pada kuartal pertama tahun lalu yang hanya mencapai 210.000 ton GKG,” rincinya.

Selain musim hujan atau ketersediaan air yang mendukung, Raharjo menganggap pembangunan dam parit dan rehab jaringan irigasi tertier sangat berpengaruh terhadap luas tambah tanam pada musim tanam ke dua (MH2).

Seperti yang terjadi di wilayah Natah Kulon, Kecamatan Nglipar, pada lahan bulak atau ladang seluas 30 hektar tersebut tahun sebelumnya pada MH2 hanya ditanami sekitar 30 persen dari luas keseluruhan. Akan tetapi, jumlah penanaman pada MH2 oleh petani tahun ini mencapai 100 persen.

“Bahkan setelah adanya ketersediaan air dari saluran irigasi ada yang menanam di musim kemarau (MK),” tukas Raharjo.

Atas keberhasilan petani di wilayah Natah Kulon ini, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Ir.Bambang Wisnu Broto mengaku gembira. Pada kegiatan panen raya yang dilakukan, Jum’at, (20/5/2017), dirinya meminta petani untuk terus berupaya meningkatkan hasil di waktu mendatang. Bahkan jika memungkinkan, pada MH3 petani dipersilahkan kembali menanam, sebab hal tersebut dapat mendukung pencapaian target luas tambah tanam periode April-September.

“Dalam panen yang diubin secara random 5 titik ubinan 2,5 x 2,5 meter persegi didapat rata-rata ubinan 5,02 kg atau setara 6,8 ton per hektar, angka ini cukup bagus untuk ubinan padi gogo,” terangnya.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Bupati Gunungkidul, DR Immawan Wahyudi MH menyampaikan perlunya perbaikan infrastruktur jalan sehingga tidak ada daerah yang terisolir atau tidak terjangkau aksesibilitasnya dalam pengangkutan hasil pertanian.

“Kami menghimbau kepada para kelompok tani dan KWT turut serta dalam pengembangan pekarangan rumah sebagai penghasil sayuran rumah tangga baik itu cabe, bawang merah atau sayuran lainya sehingga menambah ketersediaan pangan di desa dan meningkatkan pendapatan petani,” pinta Immawan. (Kandar)

Berbagi artikel melalui:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Komentar

Komentar