Menikmati Es Jaipong Di Destinasi Digital Telaga Jonge

oleh
Destinasi digital Telaga Jonge. insert: es Jaipong. KH/ Kandar.

SEMANU, (KH),– Tempat yang cocok untuk melepas penat yang tak jauh-jauh dari pusat kota Wonosari ada di Kecamatan Semanu, Kabupaten Gunungkidul. Tempat tersebut tak lain yakni Pasar Destinasi Digital Telaga Jonge yang berada di Desa Pacarejo.

Semenjak ditetapkan menjadi Destinasi Digital oleh Kementerian Pariwisata menjelang akhir tahun lalu, kawasan yang memiliki keunggulan asri dan rimbun oleh pepohonan ini semakin memikat khalayak.

Telaga nan sejuk setelah mendapat sentuhan komunitas Generasi Pesona Indonesia (GenPI) Jogja ini kini dilengkapi pasar kuliner yang cenderung didominasi dengan menu tradisional.

Salah satu koordinator Pokdarwis Telaga Jonge, Yanto menyampaikan, belasan pedagang yang berada di lapak diantaranya menjajakan Es Cendol Hitam, Puli Tempe, Singkong Goreng, Tepung Singkong Goreng, komplit disediakan pula minuman teh poci yang disajikan dengan cangkir gerabah.

“Ada pula Soto Batok, Pempek serta salah satu menu andalan Es Jaipong,” kata Yanto belum lama ini. Es yang memiliki nama persis dengan salah satu jenis seni tari khas dari Sunda ini berbahan Jenang Sumsum, Tape Singkong, dan Cincau, serta bubur mutiara.

Sensasi rasa perpaduan bahan-bahan dicampur manisnya santan yang pas menambah kesegaran yang memanjakan lidah. Kesan tradisional kental terasa ketika mangkuk gerabah sengaja dipakai untuk menyajikannya.

Masyarakat atau wisatawan umumnya ramai mengunjungi Destinasi Digital Telaga Jonge pada hari Sabtu, Minggu atau saat hari libur. Rata-rata pengunjung saat hari libur mencapai 600-800 wisatawan.

Tak ada tarif khusus biaya masuk saat berkunjung ke telaga ini. Wisatawan cukup membayar jasa penitipan kendaraan sebesar Rp. 5 ribu bagi yang membawa mobil serta Rp. 3 ribu bagi pengendara motor.

Bagi yang hobi berswafoto, beberapa spot foto disediakan oleh pengelola. Sembari menunggu pesanan kuliner pengunjung juga dapat menikmati hamparan telaga dengan menaiki kano atau perahu bermesin.

“Naik perahu biayanya Rp. 15 ribu untuk tiga kali putaran. Sementara dengan biaya sama pengunjung dipersilahkan bermain-main mendayung perahu kano sepuasnya,” terang Yanto. (Kandar)

Komentar

Komentar