Mengenal Tanaman Pule

oleh
Pohon pule (alstonia scholaris) raksasa milik seorang penjual tanaman di Kediri Jawa Timur. Foto: Kompas.com.
Pohon pule (alstonia scholaris) raksasa milik seorang penjual tanaman di Kediri Jawa Timur. Foto: Kompas.com.

WONOSARI, (KH).- Tahukah Anda bahan baku kayu untuk industri kerajinan topeng dari Bobung Patuk? Ya, awalnya mereka mempergunakan kayu pule yang ada banyak ditanam di seputar wilayah Patuk. Jenis kayu tersebut memang memiliki kecocokan karakter untuk pembuatan kerajinan ukir kayu, seperti: ulet, empuk (tidak terlalu keras), dan teksturnya halus. Masyarakat setempat juga memiliki keyakinan, kayu pule bersifat magis, sehingga memang cocok untuk pembuatan topeng kayu karakter Damarwulan, Dewi Sekarjati, Klanasewandana, maupun topeng ganongan reog Panaraga.

Populasi kayu pule kini mengalami penyusutan. Ketidakseimbangan antara penanaman dan kebutuhan untuk penggunaan industri kerajinan menjadikan keberadaan tanaman tersebut menjadi agak langka. Industri topeng Bobung Patuk pun kini juga sudah mulai mempergunakan kayu alternatif, seperti sengon.

Selain untuk bahan baku pembuatan kerajinan ukir kayu, tanaman pule kini juga dikenal sebagai tanaman hias yang populer. Beberapa orang juga mengusahakan pembudidayaan tanaman pule, termasuk pohon pule yang dibonsai. Kelangkaan dan aneka ragam kelebihan jenis tanaman ini membuat harga tanaman ini menjadi membumbung naik drastis.

Tanaman pule memiliki nama latin yaitu Alstonia Scholaris. Tanaman pohon pule hingga saat ini sudah tersebar di berbagai negara seperti Asia Tenggara, China, dan Australia. Tanaman pohon pule bisa tumbuh di ketinggian hingga 1300 meter mdpl. Tanaman pohon pule merupakan jenis tanaman yang tidak tahan dengan hawa yang dingin.

Deskripsi Tanaman Pohon Pule

Tanaman pohon pule bisa tumbuh dengan tinggi mencapai 6-40 meter. Di bagian permukaan akar dan batang tanaman pohon pule ini banyak terdapat lentisel yang memiliki pori-pori. Batang tua tanaman pohon pule bersifat mudah rapuh sehingga batangnya mudah terkelupas. Batang kayu tanapan pohon pule terdapat kulit berwarna coklat terang dimana kulitnya terdapat cairan getah berwarna putih susu.

Daun tanaman pule memiliki tekstur yang tebal dengan bentuk seperti berulir atau berkarang. Panjang daunnya mencapai 10-20 cm dengan urat daun yang sangat jelas yang terdapat dibagian permukaan bawah daunnya.

Tanaman pohon pule memiliki buah dengan bentuk yang ramping dan memanjang. Panjang buahnya mencapai 20-40 cm dan memiliki garis tengah sepanjang 4-5 mm. Didalam buahnya terdapat biji yang berwarna coklat panjang dengan memiliki banyak rambut. Panjang bijinya mencapai 3-4 mm dengan memiliki warna putih kecoklatan. Selain itu, tanaman pohon pule juga memiliki bunga dengan panjang 1cm yang beraroma sangat harum.

Cara Menanam Tanaman Pule

Langkah pertama menanam pohon pule adalah menyiapkan media tanam terlebih dahulu. Media tanam terbuat dari campuran tanah/kompos denagn sekam bakar. Perbandingannya adalah 1:1. Setelah itu, siapkan tempat penyemaian seperti tray, box ataupun ember.

Langkah selanjutnya adalah mengisi media tanaman ke tempat semai, kemudian siram menggunakan air letakkan biji lalu tutup dengan lapisan tanah. Kemudian letakkan ditempat yang kering dan siram dengan teratur. Sekitar 2 minggu tunasnya pun mulai muncul kemudian pindahkan ke polybag yang sudah terisi tanah,  pupuk kandang, sekam. Namun tunas tanaman pohon pule ini juga bisa ditanam ditanah langsung, dan memindahkannya saat sore hari.

Cara Merawat Tanaman Pule

Merawat tanaman pohon pule hampir sama seperti merawat tanaman lainnya. Lakukan penyiraman setiap pagi dan sore hari. Kapasitas air yang dibutuhkan untuk menyiram tidak terlalu banyak dan tidak menimbulkan genangan. Terlalu banyak air bisa membuat tanaman pohon pule ini membusuk.

Selain penyiraman, juag dilakukan pemupukan. Pemupukan dilakukan setelah tanaman pohon pule berusia 1.5 bulan. Pupuk yang digunakan berupa pupuk organik atau bisa menggunakan pupuk NPK. Penggunaan pupuk bisa ditabur di sekitar tanaman ataupun bisa dilarutkan terlebih dahulu. Dalam merwat tanaman pohon pule juga penting dilakukan penyiangan agar tanaman pohon pule terbebas dari gulma yang mengganggunya.

Karakteristik tanaman pule (alstonia scholaris). Sumber: wikipedia).

Manfaat Tanaman Pule

Hampir seluruh bagian tanaman pohon pule bisa dimanfaatkan. Antara lain untuk:

  1. Kulit kayu tanaman pohon pule bermanfaat sebagai obat demam dan malaria. Caranya yaitu dengan mencuci bersih kulit batang kemudian direbus menggunakan 1 gelas air. Kulit disaring dan ditambahkan 1 sendok madu kemudian diminum.
  2. Daun tanaman pohon pule bisa dimanfaatkan sebagai pengobat penyakit beri-beri dan digunakan sebagai obat setelah melahirkan.
  3. Kulit akar tanaman pule bisa dimanfaatkan untuk mengobati vertigo, menurunkan hipertensi, dan mengobati insomnia.
  4. Batang pohon kayunya yang lunak, bisa dimanfaatkan sebagai bahan bangunan dan bahan kerajinan.
  5. Tanaman pule juga bisa dijadikan tanaman hias didepan pekarangan rumah.

***

(Bara, sumber: wikipedia & kawansetia.net)

Komentar

Komentar