Mengenal Gangguan Kecemasan (Anxiety Disorder)

oleh
Let's suffers from anxiety. Dok: beakingnews.
Let’s suffers from anxiety. Dok: beakingnews.

Semua orang pernah mengalami kecemasan. Hal paling mudah ditemui, berbicara di depan kelas atau di depan forum rapat terkadang membuat sebagian besar dari kita cemas. Namun, rasa cemas sebelum menghadapi pertemuan itu justru malah dapat memotivasi kita untuk mempersiapkan dan melakukan dengan sebaik-baiknya.

Contoh lain, mengemudi pada saat lalu-lintas padat adalah sumber kecemasan yang umum. Tetapi itu pun dapat membuat kita tetap waspada dan berhati-hati untuk lebih baik menghindari kecelakaan.

Munculnya perasaan takut dan kesusahan yang kuat melanda di sisi lain membuat kita sigap melakukan antisipasi dalam hidup sehari-hari. Dalam kondisi seperti ini, situasi kecemasan yang melanda itu  justru menjadi memicu sistem kewaspadaan kita menjadi lebih kuat.

Di Amerika Serikat, gangguan kecemasan adalah masalah kesehatan jiwa yang paling umum. Diperkirakan 40 juta orang dewasa di AS, atau 18% pernah mengalami gangguan kecemasan. Ada sekitar 8% anak-anak dan remaja mengalami dampak negatif dari gangguan kecemasan di sekolah dan di rumah.

Kebanyakan orang mengalami gejala gangguan kecemasan sebelum usia 21 tahun, dan wanita 60% lebih mungkin terdiagnosis mengalami gangguan kecemasan daripada pria.

Gejala

Gangguan kecemasan adalah sekelompok gangguan yang berkaitan. Masing-masing memiliki gejala yang unik. Namun, semua gangguan kecemasan memiliki satu kesamaan, yaitu: ketakutan yang terus-menerus, berlebihan atau khawatir dalam situasi yang tidak mengancam.

Tanda-tanda gangguan kecemasan adalah sebagai berikut ini. Dan seseorang dapat mengalami satu atau lebih dari gejala berikut:

Gejala-gejala emosional:

  • Perasaan takut atau ketakutan
  • Merasa tegang dan gelisah
  • Gelisah atau lekas marah
  • Mengantisipasi yang terburuk dan waspada terhadap tanda-tanda bahaya.

Gejala fisik:

  • Jantung berdetak lebih cepat dan sesak nafas
  • Sakit perut
  • Berkeringat, tremor (Bhs Jawa: ngewel) dan berkedut
  • Sakit kepala, kelelahan dan insomnia
  • Sakit perut, sering buang air kecil atau diare.

Komentar

Komentar